AUD/USD rebound didorong permintaan mata uang komoditas di tengah ketegangan Timur Tengah, CPI AS jadi penentu arah kebijakan Fed

AUD/USD rebound didorong permintaan mata uang komoditas di tengah ketegangan Timur Tengah, CPI AS jadi penentu arah kebijakan Fed

Signal AUD/USDBUY
Open0.726
TP0.727
SL0.724
trading sekarang

Ketegangan berlanjut di Timur Tengah setelah Trump menolak proposal perdamaian Iran, memunculkan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz. Ketegangan ini berpotensi menambah tekanan inflasi global jika biaya energi kembali melonjak. Pasar valuta asing pun merespons dengan hati-hati, sementara investor menilai dampaknya terhadap kebijakan moneter global. Laporan ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.

AUD/USD berhasil rebound karena permintaan terhadap mata uang terkait komoditas tetap kuat meski ada faktor geopolitik yang menambah risiko. Pasangan ini bergerak di sekitar area 0.725-0.726 setelah berita latihan manuver kapal dan eskalasi ketegangan. Permintaan terhadap AUD relatif didorong oleh harga komoditas yang membaik serta ekspektasi dukungan likuiditas terhadap mata uang komoditas.

Para pelaku pasar kini menantikan rilis Consumer Price Index (CPI) AS Selasa mendatang, yang diharapkan menjadi petunjuk mengenai jalur kebijakan Federal Reserve. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara data yang lebih lemah bisa memberi ruang bagi penundaaan atau pelonggaran kebijakan. Semua ini memberikan konteks penting bagi pergerakan AUDUSD dalam beberapa hari ke depan.

Harga minyak tampaknya melonjak setelah berita-berita tersebut, menambah kekhawatiran inflasi dan menambah volatilitas di pasar energi. Perhatian terhadap suplai melalui Selat Hormuz membuat trader menimbang risiko gangguan pasokan minyak global. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter di berbagai wilayah, termasuk AS dan negara-negara lautan Pasifik.

Nasabah investor menunggu CPI AS sebagai tolok ukur utama untuk jalur kebijakan Fed. Jika angka inflasi naik, sikap hawkish Fed bisa menguat dan menahan penurunan imbal hasil bagi aset berisiko. Jika inflasi menunjukkan pelemahan, prospek pelonggaran kebijakan bisa muncul, memberikan ruang bagi AUD untuk melanjutkan reli jika faktor lain juga mendukung.

Analisis teknikal menunjukkan AUDUSD masih dalam bias bullish jangka pendek, meskipun harus melewati area resistensi kunci di sekitar 0.7260. Pergerakan di atas level tersebut dapat membuka peluang ke level lebih tinggi, sementara retracement mendekati 0.7249–0.7243 menandai konsolidasi sebelum langkah berikutnya. Momentum RSI berada di kisaran menengah, tidak terlalu overbought namun mendukung kelanjutan tren saat ini.

Pada kerangka 4 jam, AUD/USD diperdagangkan sekitar 0.7255, menunjukkan bias bullish yang cukup konstruktif karena harga menjaga pivot horizontal terdekat serta berada di atas kedua SMA 20-periode (0.7237) dan SMA 100-periode (0.7183).

Indikator RSI menunjukkan aliran ke zona rendah 60-an, yang menandakan momentum naik cukup kuat namun tidak berlebihan. Ini memberi peluang bagi trader untuk mempertahankan posisi long asalkan price action tetap berada di atas level support utama.

Secara teknis, resistance terdekat berada di sekitar 0.7260. Jika harga berhasil menembus level ini secara jelas, ruang untuk kenaikan lebih lanjut terbuka. Sementara itu, support awal berada di sekitar 0.7249 diikuti 0.7243, dengan 0.7237 (20-SMA) dan 0.7183 (100-SMA) memperkuat struktur bullish jika terjadi koreksi.

banner footer