Cetro Trading Insight melaporkan AUD/USD berada dalam tekanan kenaikan yang kuat terhadap sebagian besar pasangan utama karena adanya ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Dalam pertemuan kebijakan bulan ini, RBA menaikkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 3.85% dan menegaskan pintu bagi kenaikan lebih lanjut jika risiko inflasi tetap mengarah ke sisi atas. Data inflasi domestik juga menambah alasan bagi pasar untuk menjaga posisi hawkish atas kebijakan moneter Australia.
Traders menilai peluang sekitar 80% bahwa RBA akan mempertahankan pola kenaikan di pertemuan Mei berikutnya. Sentimen hawkish ini didorong oleh data inflasi Australia yang menunjukkan Trimmed Mean CPI tumbuh 3.4% YoY pada Januari, melampaui ekspektasi dan angka sebelumnya. Sinyal bahwa inflasi tetap lebih tinggi dari target memberi bank sentral ruang untuk melanjutkan pengetatan kebijakan.
Di Macquarie dan bank/institusi lain, fokus pasar tetap tertuju pada arahan ke depan RBA dan bagaimana respons pasar tenaga kerja serta dinamika harga konsumen dapat membatasi ruang bagi pelonggaran. Sambil itu, AUD/USD melambai mendekati level tertinggi tiga tahun di sekitar 0.7140 pada sesi perdagangan Asia.
Pada saat bersamaan, dolar AS menghadapi tekanan akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan dan putusan terkait kebijakan perdagangan di tingkat Mahkamah Agung. Ketidakpastian ini menambah perasaan risk-off bagi para trader yang sebelumnya menimbang posisi bullish pada dolar sebagai penopang keamanan ekonomi global. Akibatnya, indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak menuju posisi sekitar 97.50 terhadap enam mata uang utama.
Sentimen risiko global juga terpengaruh oleh dinamika perdagangan internasional dan prospect kebijakan proteksionis. Beberapa pihak menilai bahwa tekanan harga dan volatilitas mata uang utama dapat memicu koreksi pada USD jika negosiasi perdagangan membaik atau jika outlook inflasi AS melandai. Walau demikian, volatilitas jangka pendek tetap tinggi karena rilis data penting dan pernyataan kebijakan dari bank sentral.
Secara keseluruhan, pelemahan sementara USD memungkinkan AUD untuk mempertahankan momentum penguatan terhadap sejumlah mata uang utama. Ketertarikan pasar terhadap AUD juga didorong oleh ketahanan ekonomi Australia yang relatif solid dibandingkan beberapa mitranya di kawasan. Pergerakan AUD/USD tetap bergantung pada keberlanjutan sikap hawkish RBA dan dinamika risiko global.
Secara teknikal, AUD/USD saat ini berada di jalur yang menjanjikan bagi strategi buy jika harga dapat mempertahankan posisi di atas level kunci. Pergerakan harga sekitar 0.7140 mendekati batas atas dari kisaran yang dinilai relevan untuk skenario bullish jangka pendek. Trader perlu memperhatikan reaksi harga terhadap data inflasi Australia dan pernyataan terbaru dari RBA untuk konfirmasi arah lanjutan.
Rencana trading yang disarankan adalah membuka posisi buy pada AUDUSD dengan open sekitar 0.7140. Target keuntungan (tp) ditetapkan pada 0.7320, sedangkan batas risiko (sl) di 0.7040. Rasio risiko-imbalan mencapai sekitar 1.8:1, memenuhi standar minimal 1:1.5 untuk eksposur risiko yang layak, sambil menjaga manajemen risiko yang ketat.
Dengan peluang sekitar 80% terkait pengetatan kebijakan pada Mei, serta dukungan inflasi domestik yang relatif kuat, skenario bullish pada pair ini tetap relevan asalkan harga berhasil bertahan di atas level teknis tertentu. Trader disarankan memantau pernyataan RBA, data CPI Australia berikutnya, dan dinamika DXY untuk menghindari kejutan pasar yang bisa mengubah sentimen arah AUDUSD.