Langkah RMK Energy Tbk (RMKE) mencuri perhatian pasar dengan peluncuran Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 setelah memperoleh pernyataan efektif dari OJK. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka menengah perusahaan untuk menjaga momentum ekspansi. Emisi ini juga dipandang sebagai peluang bagi investor untuk terlibat dalam pertumbuhan sektor logistik dan komoditas terintegrasi di Indonesia.
Perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan komoditas terintegrasi ini menargetkan penghimpunan dana hingga Rp600 miliar untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi berkelanjutan. Keterlibatan BEI dalam keterbukaan informasi menegaskan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. Menurut Cetro Trading Insight, langkah ini menandai upaya serius RMKE untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan pelaku pasar.
Penawaran ini terbagi dalam dua seri dan telah memperoleh peringkat idA dari Pefindo. Rincian struktur obligasi mencakup Seri A senilai Rp450 miliar dengan kupon tetap 7,75 persen per tahun dan tenor 5 tahun. Seri B senilai Rp150 miliar menawarkan kupon tetap 8,25 persen per tahun dan tenor 7 tahun.
Rincian struktur obligasi menunjukkan dua seri dengan imbal hasil tetap dan jangka waktu berbeda. Seri A menawarkan 7,75% per tahun dengan tenor 5 tahun, sedangkan Seri B 8,25% per tahun untuk tenor 7 tahun. Pihak penerbit menegaskan rating idA yang diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) sebagai penilai kredibilitas.
Dalam aksi korporasi ini, RMKE menunjuk Joint Lead Underwriters: Sucor Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dan BNI Sekuritas, dengan komitmen penuh. Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai Wali Amanat. Keterlibatan tiga bank sekuritas menambah kredibilitas pelaksanaan penawaran.
Pendanaan akan dialokasikan setelah dikurangi biaya emisi sebagai pinjaman kepada anak usaha, yaitu PT Royaltama Mulia Kencana (RMKN) dan PT Royaltama Mulia Utama (RMUK). Transaksi tersebut dikategorikan sebagai afiliasi karena kepemilikan perseroan mencapai 99,99 persen. Dana tersebut akan dipakai untuk pengadaan batubara, modal kerja, serta belanja modal untuk ekspansi logistik seperti peningkatan jalan hauling dan train loading station.
Dana obligasi diproyeksikan untuk meningkatkan kapasitas operasional melalui pengadaan batubara, modal kerja, dan belanja modal untuk ekspansi logistik. Rencana ini sejalan dengan upaya RMKE meningkatkan volume jasa logistik melalui konektivitas jalan hauling terintegrasi. Menurut Cetro Trading Insight, momentum pendanaan ini selaras dengan kebutuhan infrastruktur untuk memperkuat rantai pasok.
Investasi ini juga mencakup pembangunan train loading station dan peningkatan jalan hauling untuk memperkuat konektivitas antar fasilitas. Rencana ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan volume perdagangan perseroan. RMKE menekankan kepatuhan terhadap regulasi OJK dalam pelaporan realisasi penggunaan dana.
Adapun jadwal indikatif penawaran umum menguraikan masa penawaran pada 26 Februari 2026, penjatahan 27 Februari, distribusi elektronik 3 Maret, pengembalian uang pemesanan 3 Maret, dan pencatatan di BEI 4 Maret 2026. Rangkaian jadwal ini mencerminkan kesiapan operasional dan kepatuhan proses. Dewan direksi menyatakan bahwa penggunaan dana akan dialokasikan sesuai dengan rencana afiliasi dan regulasi yang berlaku.