GBP/USD menguat ke kisaran 1.3560 pada pembukaan perdagangan Eropa, sejalan dengan melemahnya dolar AS. Ketidakpastian kebijakan ekonomi di Washington menjadi pendorong utama pergerakan pasangan mata uang utama, karena pelaku pasar menimbang arah kebijakan fiskal dan perdagangan. Pasar juga menunggu sinyal lanjutan dari dinamika politik ekonomi AS.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 10 persen meski sebagian kebijakan tarifnya diblok Mahkamah Agung. Langkah tersebut meningkatkan ketidakpastian dan meningkatkan volatilitas di pasar global, membuat arah pasangan mata uang cenderung berhati-hati. Namun pelaku pasar tetap mencermati bagaimana kebijakan tersebut mempengaruhi sentimen risiko yang mendasari GBP/USD.
Ruang kenaikan GBP/USD tampak terbatas jika BoE tetap berangkat dari nada kebijakan yang cenderung dovish. Banyak analis menilai bahwa data ekonomi Inggris yang lemah bisa menahan pergerakan pasangan ini meskipun dolar sedang melemah. Secara keseluruhan, pergerakan kurs mencerminkan keseimbangan antara tekanan dari kebijakan AS dan prospek moneter Inggris.
Para pelaku pasar memperkirakan BoE akan memangkas suku bunga pada Maret karena kondisi pasar tenaga kerja Inggris memburuk dan inflasi melunak. Ekspektasi ini muncul seiring data ekonomi yang menunjukkan ruang bagi kebijakan akomodatif. Pasar menilai bahwa pemotongan tersebut mulai dibahas di internal komite kebijakan.
Inflasi Konsumen Inggris CPI turun menjadi 3.0 persen di Januari dari 3.4 persen pada Desember, menyentuh level terendah sejak pertengahan 2025. Gubernur BoE Andrew Bailey menilai bahwa pelonggaran kebijakan masih merupakan opsi yang terbuka, meski inflasi jasa berada di 4.4 persen pada Januari dan masih di atas proyeksi 4.1 persen. Penurunan tekanan harga ini menambah peluang bagi BoE untuk membawa suku bunga lebih rendah di laporan rapat mendatang.
Chief Economist Huw Pill mengimbau kehati-hatian dan memperingatkan agar pasar tidak terlalu terpesona oleh penurunan tajam pada inflasi headline. Ia menekankan bahwa pelonggaran inflasi belum tentu berarti dukungan penuh terhadap menuju target 2 persen tanpa dampak pada biaya hidup. Dengan dinamika ini, pandangan pasar masih beragam mengenai langkah BoE dan dampaknya terhadap GBP/USD.
Dinamika GBP/USD tetap dipengaruhi oleh kejelasan kebijakan BoE serta arah dolar AS. Kelemahan dolar memberikan dukungan jangka pendek bagi pound, namun prospek kebijakan BoE yang cenderung dovish bisa membatasi upside lebih lanjut. Trader perlu memperhatikan data ekonomi UK selanjutnya untuk konfirmasi arah.
Karena saat ini belum ada sinyal teknikal yang jelas, risiko dan imbalan perlu dinilai secara hati-hati. Jika data tenaga kerja Inggris menambah tekanan terhadap inflasi, GBP bisa menguji level resistance baru; sebaliknya kejutan data bisa membalik arah dengan cepat. Oleh karena itu pendekatan wait-and-see dengan manajemen risiko yang ketat lebih disarankan.
Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk membantu pembaca memahami dinamika pasar. Tim kami memantau rilis data utama dan perkembangan kebijakan BoE secara berkala. Kami menyarankan pembaca menimbang dampak berita mendatang terhadap posisi perdagangan dengan disiplin manajemen risiko.