Rilis data inflasi Australia yang lebih tinggi mendorong ekspektasi bahwa RBA akan menormalkan kebijakan lebih cepat. Pasar memperlihatkan peluang lebih dari 70% untuk kenaikan 25 basis poin pada pertemuan mendatang, membawa suku bunga acuannya sekitar 3,85% pada Mei. Dalam konteks ini, AUD/USD menguat untuk tiga sesi berturut-turut dan diperdagangkan mendekati 0,7040 di sesi perdagangan Asia.
Inflasi domestik yang lebih tinggi menegaskan adanya tekanan harga yang masih cukup kuat untuk mendorong langkah-langkah pengetatan. RBA mungkin mengambil jalur yang lebih agresif meskipun faktor global dan dinamika dolar AS turut mempengaruhi. Karena itu, pergerakan pasangan mata uang ini juga dipengaruhi oleh kehendak dolar AS yang tetap kuat di tengah pidato kebijakan bank sentral Amerika.
Data inti bulanan memperkuat narasi bahwa RBA memiliki ruang untuk kelanjutan pengetasan secara bertahap. IHK Trimmed Mean naik menjadi 3,3% YoY dan IHK bulanan Desember melonjak 1,0%, menambah landasan bagi bias kenaikan suku bunga. Sementara itu, biaya ekspor Australia naik 3,2% QoQ di Q4 2025 dan impor naik 0,9%, menandai dinamika perdagangan yang mendukung sinyal ekonomi positif meskipun ancaman dolar tetap ada.
Kebijakan dolar AS tetap menjadi pengendali utama arah AUD/USD. Komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan komitmen terhadap dolar yang kuat, di tengah sikap The Fed yang memastikan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Januari. Kendati demikian, inflasi yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang resilien menyediakan konteks bagi pergerakan pasangan ini yang dipengaruhi pula oleh narasi kebijakan.
Investors perlu memahami bahwa dua arah kebijakan berjalan beriringan. Jika RBA meluncurkan kenaikan suku bunga sesuai ekspektasi, AUD bisa mempertahankan tren positif, tetapi kekuatan dolar AS bisa membatasi kemajuan tersebut. Akibatnya, pergerakan harian AUDUSD cenderung berada dalam kisaran lateral sampai jelasnya arah ditentukan oleh data utama berikutnya.
Bagi trader, fokus utama adalah data inflasi baru dan pernyataan kebijakan kedua bank sentral. Dalam kondisi saat ini, sinyal perdagangan yang tegas belum terlihat, sehingga manajemen risiko menjadi kunci. Rekomendasi praktis adalah menilai peluang breakout secara hati-hati dan menggunakan rasio risiko/imbalan minimal 1:1,5 jika posisi dikonfirmasi oleh faktor teknikal atau data mendatang.