AUD/USD rebound moderat menjelang keputusan RBA: inflasi tetap tinggi dorong kebijakan lebih tegas

AUD/USD rebound moderat menjelang keputusan RBA: inflasi tetap tinggi dorong kebijakan lebih tegas

trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, AUD/USD rebound moderat menjelang pengumuman kebijakan Reserve Bank of Australia. Pasar secara luas memposisikan peluang kenaikan suku bunga sekitar 70-75 persen, dengan target suku bunga akhir di sekitar 3,85 persen. Hal ini menambah tekanan pada mata uang AUD untuk bertahan di level yang lebih tinggi menjelang rilis keputusan.

Tekanan inflasi di Australia tetap tinggi, sehingga pasar memperkirakan langkah moneter yang lebih ketat. Inflasi inti naik menjadi 3,4 persen secara tahunan pada kuartal keempat, memberikan dukungan argumen untuk kenaikan suku bunga. Sementara itu, keadaan pasar tenaga kerja yang relatif kuat menambah legitimasi langkah tersebut.

Di luar Australia, faktor global juga memberikan arah. PMI manufaktur Tiongkok berada di 50,3 pada Januari, menunjukkan ekspansi tipis dan permintaan eksternal yang masih relevan bagi Australia. Di Amerika Serikat, kebijakan moneter yang lebih tegas dari para pemimpin Fed membantu membentuk nuansa pasar meskipun fokus utama tetap pada RBA.

Dolar AS mendapat tekanan tambahan ketika Warsh dinominasikan sebagai Ketua Fed berikutnya, yang dilihat pasar sebagai arah hawkish terhadap inflasi. Penunjukan ini membuat investor menimbang ulang prospek pemangkasan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang menahan keuntungan pasar. Indeks Dolar menunjukkan kekuatan di sekitar 97,63, mendekati level tertingginya dalam sekitar satu minggu.

Data manufaktur AS menunjukkan momentum yang lebih kuat dari perkiraan. ISM Manufacturing PMI naik menjadi 52,6 pada Januari, melampaui ekspektasi dan meningkatkan prospek pertumbuhan sektor manufaktur. S&P Global Manufacturing PMI juga mengalami peningkatan tipis menjadi 52,4, menambah bobot pada argumen bahwa ekonomi AS tetap sehat.

Namun, pasar juga menghadapi risiko fiskal yang menambah volatilitas jangka pendek. Penutupan sebagian pemerintah AS akibat kegagalan Kongres menyetujui anggaran 2026 menyiratkan potensi penundaan laporan pekerjaan bulan Januari, sehingga beberapa pelaku pasar menahan langkah besar di sela-sela data kuat tersebut.

Untuk trader AUDUSD, arah pergerakan akan sangat bergantung pada bagaimana RBA mengomunikasikan prospek kebijakan ke depan. Kenaikan 25 basis poin sebagai bagian dari perubahan kebijakan dapat menjaga momentum AUD, sementara nada tetap hawkish lebih lanjut bisa mengangkat pasangan kurs tersebut. Sebaliknya, kejutan Hold atau sinyal kebijakan yang lebih dovish dapat membatasi kenaikan harga.

Risiko utama meliputi kemungkinan RBA menahan kenaikan atau mengubah jalur kebijakan secara tak terduga, serta dinamika ekonomi global yang masih berubah cepat. Jika inflasi Australia melunak lebih cepat dari perkiraan, pasar bisa menilai peluang pengetatan lebih kecil, menambah volatilitas pada AUDUSD.

Strategi yang disarankan adalah fokus pada konfirmasi arah dari komentar kebijakan RBA dan data inflasi selanjutnya, dengan manajemen risiko yang tepat. Trader bisa mempertimbangkan trading dalam kisaran (range) sambil mengawasi level support dan resistance terdekat, serta tetap waspada terhadap perubahan sentimen pasar akibat risiko fiskal di AS dan perkembangan ekonomi Tiongkok.

broker terbaik indonesia