AUD/USD Stabil di Sekitar 0.7070 Seiring Dolar AS Menguat; Pasar Menanti RBA Minutes dan Data Tenaga Kerja AS

AUD/USD Stabil di Sekitar 0.7070 Seiring Dolar AS Menguat; Pasar Menanti RBA Minutes dan Data Tenaga Kerja AS

Signal AUD/USDSELL
Open0.707
TP0.700
SL0.720
trading sekarang

AUD/USD diperdagangkan mendatar di sekitar 0.7070-0.7072 pada Senin, mencerminkan kestabilan di tengah penguatan dolar AS. Kondisi likuiditas yang tipis karena libur pasar utama cenderung menahan volatilitas dan membuat pasangan ini rentan terhadap pergeseran kecil.

Harga sempat menyentuh level tertinggi mendekati 0.7147 pada akhir pekan lalu, menunjukkan dinamika pembelian yang kuat sebelumnya. Namun, dorongan dolar yang lebih kuat membatasi pergerakan AUD, menjaga pasangan ini berada di bawah level rekor pada beberapa minggu terakhir.

Pengamatan pasar juga menunjukkan fokus pada minggu tertentu karena libur Hari Presiden di AS dan liburan Tahun Baru Imlek di beberapa bursa Asia, yang menekan volume perdagangan dan mengurangi volatilitas. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca setia kami.

Data inflasi AS menunjukkan CPI Januari naik 0.2% secara bulanan, melambat dari 0.3% pada Desember. Secara tahunan, inflasi menurun menjadi 2.4% dari 2.7%, sebuah tanda pelemahan tekanan harga. Sementara itu, tingkat pengangguran menurun menjadi 4.3% dari 4.4%.

Di sektor tenaga kerja, Nonfarm Payrolls meningkat 130.000 pada Januari, rebound dari revisi Desember sebesar 48.000, melampaui ekspektasi pasar. Kemenangan ini memperkuat tenaga kerja yang kuat dan menambah daya tempa pada penilaian pasar terhadap jarak kebijakan Federal Reserve.

Keseluruhan data tersebut mendukung imbas kebijakan yang lebih menahan di jangka pendek, meskipun inflasi melambat mendekati target 2%. Pasar memperkirakan pemotongan suku bunga Fed yang lebih lanjut di sisa tahun 2026, dengan peluang pemotongan pertama sekitar Juni, menurut CME FedWatch.

Rencana Data Mendatang dan Kebijakan

Di Australia, perhatian beralih ke risalah pertemuan Reserve Bank of Australia (RBA) yang akan dirilis Selasa, untuk meninjau keputusan kebijakan terbaru. Bank sentral melanjutkan sikap hawkish di awal 2026 dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.85% dari 3.60%, sebagai respons terhadap tekanan inflasi.

Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa Dewan tidak akan menawarkan panduan ke depan dan tetap fokus pada data yang masuk. Fokus kebijakan akan tetap tertuju pada data inflasi dan pelaksanaan penyesuaian kebijakan seiring waktu.

Dengan laporan pekerjaan Australia yang dijadwalkan menjelang akhir minggu, investor menilai risiko kenaikan suku bunga lebih lanjut diperkirakan pada Mei. Kondisi global, termasuk data AS dan kebijakan RBA, akan membentuk arah AUD/USD, dengan potensi tekanan pada AUD jika dolar tetap kuat.

broker terbaik indonesia