AUD/USD berada pada level stabil di sekitar 0,6700 setelah beberapa sesi kenaikan. Pasar menilai risiko kebijakan Bank Negara Australia (RBA) dengan hati-hati karena momentum inflasi domestik tetap tinggi meskipun tanda-tanda pelonggaran harga mulai terlihat. Dukungan terhadap dolar Aussie muncul seiring komentar para pejabat yang menekankan perlunya memantau perkembangan harga sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut.
Analisis peluang harga suku bunga RBA menunjukkan pasar mematok probabilitas kenaikan 27% untuk Februari, meningkat menjadi 76% untuk Mei. Ini mencerminkan pandangan bahwa volatilitas kebijakan bisa bertahan tergantung pada bagaimana data harga konsumen dan tekanan biaya rumah tangga berkembang. Kebijakan yang lebih agresif mungkin bergantung pada bagaimana data inflasi dan dinamika pekerjaan di Negeri Kangguru. Pelaku pasar terus menilai komentar pejabat RBA terkait keberlanjutan momentum inflasi.
Inflasi utama di Australia melambat namun masih di atas target, memberi konteks bagi langkah kebijakan. Inflasi inti turun YoY menjadi sekitar 3,4% di bulan November, terendah sejak Agustus, meskipun tetap di atas kisaran target 2-3%. Perubahan ini menandai penurunan tekanan harga dari puncaknya, namun risiko biaya hidup tetap relevan bagi kebijakan ke depan.
Data klaim tunjangan pengangguran AS secara tak terduga turun menjadi 198 ribu untuk minggu yang berakhir 10 Januari, mengalahkan ekspektasi 215 ribu dan revisi 207 ribu minggu sebelumnya. Angka ini memperkuat pandangan bahwa pasar kerja AS sedang membaik, yang bisa mendukung sikap hati-hati pada kebijakan moneter AS. Akibatnya, dolar AS cenderung mendapat pijakan lebih kuat pada jangka pendek.
Pembicaraan mengenai arah kebijakan The Fed juga terpengaruh oleh data tenaga kerja yang lebih kuat, dengan kontrak berjangka dana Fed mendorong ekspektasi pemotongan suku bunga kembali ke Juni. Kondisi pasar tenaga kerja yang membaik menambah tekanan pada inflasi dan menantang pembuat kebijakan untuk menjaga sinyal dovish di tengah optimisme ekonomi. Perkembangan ini memberi ruang bagi risiko pergeseran arah AUD/USD tergantung pada data AS berikutnya.
Di saat itu, AUD/USD tetap bertahan di sekitar 0,6700 meskipun USD menguat setelah rilis data. Pasangan mata uang ini menonjol sebagai contoh dinamika silang antara risiko kebijakan Australia dan ekspektasi kebijakan Fed, sehingga gerakannya lebih sensitif terhadap kejutan data di kedua sisi lajur tersebut.
Dengan campuran sinyal kebijakan Fed yang lebih dovish dan RBA yang lebih berhati-hati, arah jangka pendek AUD/USD belum menentu dan memerlukan kehati-hatian ekstra. Trader dianjurkan untuk memantau data inflasi Australia dan klaim pekerjaan AS secara berkala agar memahami perubahan momentum harga. Secara umum, pergerakan pasangan ini bisa didorong oleh pergeseran ekspektasi pasar terhadap suku bunga kedua negara.
Secara teknikal maupun fundamental, peluang pergerakan sering kali menguji level penting seperti area support sekitar 0,6600 dan resistance di dekat 0,6750. Pelaku pasar bisa melihat kisaran ini sebagai kerangka risiko sebelum data ekonomi baru dirilis. Penutupan posisi trading sebaiknya mempertimbangkan volatilitas yang mendatang serta faktor berita kebijakan yang berdampak pada AUD dan USD.
Intinya, pasar menanti konfirmasi dari data selanjutnya untuk mengubah arah. Kejutan data inflasi Australia atau perubahan ekspektasi Fed bisa mempercepat pergeseran tren, sehingga kesiapan manajemen risiko menjadi kunci utama bagi para trader yang memperdagangkan AUDUSD.