Pasangan AUD/USD melemah kembali setelah sempat menyentuh level tertinggi tiga tahun di 0,7094 pada hari Kamis. Pergerakan turun terlihat jelas saat perdagangan Asia, ketika pasangan diperdagangkan sekitar 0,7030. Kondisi ini mencerminkan adanya pelemahanMomentum setelah rally sebelumnya dan menunjukkan bahwa minat beli pada level lama menipis dalam jangka pendek.
Secara teknikal, ada tekanan dari area resistance di sekitar 0,71 yang berperan sebagai penghalang. Banyak analis memperhatikan bahwa retracement bisa berlanjut jika momentum bearish tetap kuat, meski volatilitas tetap relatif rendah menjelang rilis data penting berikutnya. Trader cenderung menunggu konfirmasi arah sebelum menambah posisi besar.
Dalam konteks level teknikal, dukungan utama berada di sekitar 0,70. Jika harga menembus di bawahnya, risiko koreksi lanjutan meningkat, sementara penembusan ke atas di atas 0,7050 bisa menjadi sinyal pembalikan jangka pendek. Turnaround yang jelas akan bergantung pada kejutan data ekonomi selanjutnya dan komentar kebijakan moneter.
| Level tertinggi (3 tahun) | 0,7094 |
|---|---|
| Harga saat ini | 0,7030 |
| IHP Australia YoY Q4 2025 | 3,5% |
| Ekspektasi RBA | >70% peluang kenaikan 25 bp |
Data inflasi Australia yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat peluang bahwa kebijakan moneter akan menyesuaikan lebih cepat. Pasar saat ini mencatat probabilitas lebih dari 70% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh RBA dalam pertemuan mendatang, yang menambah daya tarik yield AUD. Ekspektasi ini memperkuat posisi AUD terhadap USD meski sentimen global sedang berubah-ubah.
Di luar Australia, laporan keuangan AS menyoroti surplus eksternal China yang sangat besar serta nilai tukar RMB yang dinilai undervalued. Laporan tersebut menekankan pentingnya China membiarkan RMB menguat secara bertahap sesuai dengan fundamentals makro, sebuah faktor yang bisa mengimbangi dinamika dolar AS di pasar internasional. Perkembangan ini memiliki potensi mempengaruhi aliran modal dan komoditas global.
Selain itu, pembicaraan publik seputar perubahan pimpinan The Fed menambah keraguan seputar jalur kebijakan moneter AS. Walau fokus utamanya adalah dinamika dolar, pernyataan politik dan prospek pemangkasan suku bunga akan mempengaruhi spread suku bunga dan arus risiko pasar secara luas. Bagi AUD, hal ini berarti peluang tetap ada asalkan RBA menunjukkan sikap yang pro-pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas harga.
Outlook pasangan ini bergantung pada sinkronisasi antara kebijakan RBA dan kekuatan inflasi domestik. Peningkatan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga Australia meningkatkan daya tarik AUD terhadap USD jika faktor-faktor eksternal turut mendukung. Secara umum, akumulasi data inflasi yang lebih kuat memberikan ruang bagi AUD untuk menguat lebih lanjut terhadap USD jika laju kenaikan suku bunga direalisasikan sesuai ekspektasi pasar.
Sebagai peluang perdagangan, entry pada kisaran 0,7030 bisa menjadi langkah awal jika harga bergeser ke bawah. Target keuntungan bisa diletakkan di kisaran 0,7085, dengan potensi level 0,7094 sebagai wilayah uji resistance jika sentimen pasar tetap positif. Stop loss yang disarankan berada di sekitar 0,7010 untuk menjaga risiko tetap terkendali.
Namun trader perlu waspada terhadap risiko eksternal seperti perubahan kebijakan The Fed atau volatilitas yuan yang bisa memicu pergerakan besar pada pasangan ini. Situasi pasar yang dinamis mengharuskan manajemen risiko yang disiplin, sebab pergeseran sentimen global dapat dengan cepat mengubah arah tren jangka pendek. Selalu pertimbangkan rilis data ekonomi utama dan pernyataan jajaran kebijakan moneter dalam setiap langkah trading Anda.