AUD/USD Tertekan: Breakdown SMA 200 Hari dan Ekspektasi Fed Tekan Pair Ini

AUD/USD Tertekan: Breakdown SMA 200 Hari dan Ekspektasi Fed Tekan Pair Ini

Signal AUD/USDSELL
Open0.704
TP0.692
SL0.708
trading sekarang

Menurut Cetro Trading Insight, AUD/USD tetap berada di bawah tekanan utama karena ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan jalur kenaikan suku bunga di tengah data ekonomi AS yang relatif kuat. Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) pada bulan Juni menurun, sehingga pasangan mata uang ini cenderung melemah. Secara teknikal, breakdown di bawah level rata-rata pergerakan 200 hari (SMA 200) menambah tekanan jual dan memperkuat bias bearish di kalangan trader.

Harga spot AUD/USD saat ini berada di sekitar 0.7040 hingga 0.7035, menunjukkan kerentanan yang meningkat karena sentimen risiko global masih dipengaruhi dolar AS yang hangat. Meskipun upaya pemulihan terbatas, para pelaku pasar tetap berhati-hati dan mempertimbangkan level teknis utama sebagai zona penentu arah. Setiap rally singkat berpotensi tertahan karena risiko kebijakan moneter AS yang lebih positif dibandingkan Australia.

Fokus utama pekan ini adalah data inflasi AS untuk Mei, yakni CPI dan PPI, yang dijadwalkan dirilis pada hari-hari mendatang dan berpotensi memberi arah baru pada arah kebijakan The Fed. Data tersebut diperkirakan akan mencerminkan kekuatan pasar tenaga kerja dan dinamika harga, sehingga berpotensi memicu pergerakan dolar lebih lanjut. Secara teknikal, jika harga gagal menembus tekanan jual, AUD/USD bisa tetap berada di jalur ke sisi bawah menuju level-level bawah yang signifikan.

Strategi moneter menjadi pendorong utama bagi pergerakan AUD/USD. Pasar menilai peluang besar bagi The Fed untuk melanjutkan kenaikan suku bunga meskipun RBA menunjukkan nada yang lebih dovish. Proyeksi pasar terhadap kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun diperkirakan tetap tinggi, mendukung penguatan dolar AS dan menambah beban pada AUD.

Kondisi geopolitik juga berperan dalam arah risiko. Meskipun Iran dan Israel mengumumkan penghentian pertempuran sementara, ketidakpastian mengenai program nuklir Iran dan jalur Hormuz tetap menjadi faktor penyeimbang yang menjaga permintaan terhadap aset safe-haven. Dalam konteks ini, dolar AS tetap dilihat sebagai penyangga risiko utama, sehingga AUDUSD tetap berada dalam tekanan.

Data inflasi PPI dan CPI AS yang akan datang akan menjadi kunci untuk pergerakan berikutnya. Jika inflasi tetap terlihat kuat, dolar bisa menguat lebih lanjut dan menjaga tekanan pada AUDUSD. Dari sisi teknikal, investor akan memperhatikan level kunci untuk melihat apakah ada peluang breakdown lebih lanjut atau peluang rebound yang terbatas.

banner footer