AUD/USD Tertekan: Data Konsumen Australia Lemah dan Ekspektasi Fed Jadi Fokus Pasar

AUD/USD Tertekan: Data Konsumen Australia Lemah dan Ekspektasi Fed Jadi Fokus Pasar

trading sekarang

AUD/USD tetap berada dalam tekanan setelah data domestik Australia menunjukkan pelemahan. Westpac Consumer Confidence turun 2,6% MoM menjadi 90,5, level terendah dalam 10 bulan, meski bank sentral Australia baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Langkah kebijakan itu menjadi faktor yang menambah beban bagi mata uang komoditas di tengah sentimen pasar yang memburuk.

NAB Business Confidence Index naik menjadi 3 di Januari, dari angka direvisi turun 2, menandai level tertinggi sejak bulan Oktober. Data ini memperlihatkan adanya dinamika positif di sisi bisnis meski konsumen tetap berada di bawah tekanan. Kondisi gabungan menambah nuansa ketidakpastian bagi arah AUD dan mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter jangka pendek.

Investors menanti rilis data pekerjaan Januari AS dan CPI yang tertunda, untuk menilai laju pendinginan ekonomi dan kapan Federal Reserve bisa mulai melonggarkan kebijakan. Sentimen pasar meningkat menjelang data AS penting minggu ini, meski risiko volatilitas tetap tinggi. Menurut analisis di Cetro Trading Insight, jalur kebijakan Fed akan tetap menjadi pendorong utama bagi AUD/USD dalam beberapa minggu ke depan.

Secara teknis, AUD/USD terlihat melemah setelah dua hari rebound singkat dan kini diperdagangkan sekitar 0,7090 pada sesi Asia. Level ini menunjukkan tekanan jual masih menguasai pasar meski ada upaya pemulihan sesaat. Pergerakan harga cenderung dipengaruhi oleh sentimen pasar secara umum dan perbedaan suku bunga antara kedua negara.

Prospek kebijakan moneter AS dan komentar bank sentral memberi dinamika arus modal yang kompleks antara AUD dan USD. Ekspektasi bahwa Fed akan menahan suku bunga di bulan Maret dan mungkin memangkasnya mulai Juni membentuk dinamika aliran modal, menambah volatilitas pada pasangan AUDUSD. Trader sebaiknya menjaga kehati-hatian ketika rilis data AS mendekat karena kejutan data bisa memicu pergerakan tajam.

Tim riset Cetro Trading Insight menilai bahwa volatilitas tetap tinggi dan tidak ada sinyal teknis jelas untuk masuk pasar saat ini. Tanpa konfirmasi dari pola chart atau konfirmasi intraday, saran perdagangan disarankan untuk menunda entry posisi. Risiko terhadap posisi long lebih besar jika data AS menunjukkan pemulihan yang kuat, sementara skenario short relevan jika data menunjukkan penurunan ekonomi yang mendalam.

broker terbaik indonesia