AUD/USD Terus Menguat Namun Terhambat di 0.6950 Seiring Ketegangan Iran dan Data Inflasi Australia

AUD/USD Terus Menguat Namun Terhambat di 0.6950 Seiring Ketegangan Iran dan Data Inflasi Australia

trading sekarang

AUD/USD masih terlihat bertahan di wilayah sekitar 0.6930–0.6950, meski upaya untuk menembus level 0.6950 terbatas. Pergerakan harian menunjukkan pola sideways dengan adanya uji terhadap resistance tersebut. Pelaku pasar tetap berhati-hati karena tenggat waktu terkait ketegangan di Hormuz masih menggantung.

Kondisi geopolitik menambah ketidakpastian di pasar valuta asing. Investor menimbang risiko volatilitas minyak dan perubahan sentimen risiko global akibat eskalasi antara AS dan Iran. Tenggat waktu untuk membuka kembali Selat Hormuz menjadi fokus utama, sehingga langkah besar di pasar cenderung tertahan untuk saat ini.

Dari sisi data ekonomi, inflasi Australia yang melonjak menambah argumen bagi kebijakan moneter yang lebih ketat. TM-MI Inflation Gauge mencatat lonjakan bulanan yang historis pada Maret, meningkatkan tekanan bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempertahankan sikap kebijakan hawkish. Para pelaku pasar menunggu rilis data AS berikutnya yang bisa mengubah arah risk sentiment.

Inflasi Australia pada Maret menunjukkan dinamika yang kuat dengan TM-MI Inflation Gauge naik 1,3% secara bulanan dan 4,3% secara tahunan, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Angka ini memperkuat argumen bagi kebijakan yang lebih ketat dari RBA. Meski demikian, AUD tetap bertahan di area yang didukung oleh progres data domestik tersebut.

Lonjakan inflasi menambah tekanan terhadap kebijakan moneter dan meningkatkan daya tarik AUD jika suku bunga riil lebih tinggi dibanding rekan AS. Pasar memperhitungkan risiko biaya energi dan dinamika harga global, sehingga pergerakan jangka pendek bisa terbatas meski sentimen jangka menengah tetap positif untuk AUD dibanding beberapa mitra mata uang.

Sambil itu, investor menanti FOMC minutes yang rencananya merinci pandangan bank sentral AS mengenai jalur suku bunga di masa mendatang. Ketegangan antara AS dan Iran juga menambah volatilitas pada pasar aset berisiko. Dengan demikian, arah AUD/USD dalam beberapa sesi mendatang masih bergantung pada ubahan kebijakan dan dinamika geopolitik.

banner footer