AUDJPY Tertekan di Tengah CPI China Naik dan Ekspektasi BoJ Sinyal Kenaikan Suku Bunga

Signal AUD/JPYSELL
Open112.500
TP111.000
SL113.500
trading sekarang

AUD/JPY tetap berada dalam zona terbatas setelah data CPI China untuk Maret menunjukkan peningkatan 0,9% secara YoY, lebih rendah dari 1,3% bulan Februari dan juga di bawah konsensus 1,2%.

Secara bulanan, CPI China turun 0,7% setelah kenaikan 1,0% pada periode sebelumnya. Di sisi produksi harga, Producer Price Index (PPI) naik 0,5% YoY, rebound dari penurunan 0,9% dan menandai kenaikan pertama sejak September 2022, didorong sebagian oleh biaya energi akibat gangguan di Selat Hormuz.

Di Australia, dolar Australia juga tertekan karena sentimen risk-off yang dipicu ketidakpastian berkelanjutan atas gencatan senjata AS-Iran. Gerakan pasar lebih berfokus pada dinamika inflasi global dan prospek kebijakan Bank of Japan. Pasar menimbang sinyal kemungkinan langkah BoJ pada April seiring meningkatnya risiko inflasi dari harga minyak.

Kebijakan risiko global dan dinamika China-Jepang membentuk kerangka sinyal utama untuk perdagangan AUDJPY. Data CPI China 0,9% YoY menunjukkan inflasi masih terkendali, meski kenaikan minyak menjaga risiko harga konsumen. Di sisi lain, spekulasi BoJ akan mengerek suku bunga pada April menambah tekanan pada AUDJPY karena yen berpeluang menguat terhadap AUD.

Secara teknikal, pergerakan harga AUDJPY telah menurun beberapa hari terakhir dan berada sekitar 112.50 saat ini. Imbal hasil obligasi Jepang yang melonjak mendekati level tertinggi sejak 1998 menambah tekanan pada pasangan ini.

Rencana trading yang disarankan adalah masuk posisi jual AUDJPY dengan entry sekitar 112.50, TP 111.00, SL 113.50, memberikan risiko-imbalan minimal 1:1,5. Meskipun demikian, trader disarankan memantau rilis data ujung pekan dan berita eksternal yang bisa mengubah arah pasar. Menurut Cetro Trading Insight, kerangka ini sejalan dengan dinamika kebijakan dan pergerakan harga.

broker terbaik indonesia