Bank sentral Selandia Baru, RBNZ, mempertahankan Official Cash Rate di 2.25 persen pada pertemuan kebijakan April. Keputusan ini sejalan dengan konsensus pasar yang menilai inflasi dan prospek ekonomi masih tidak jelas. Pedagang menunggu pidato Gubernur Anna Breman pada konferensi pers setelah keputusan kebijakan untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.
Ketidakpastian tersebut sebagian dipicu oleh meningkatnya harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Tekanan pada inflasi global membuat pasar menilai bahwa jalur kebijakan RBNZ bisa tetap lunak dalam jangka pendek. Meskipun demikian, penguatan NZD didorong oleh daya tahan data domestik dan aliran modal menuju aset berkualitas.
Segmen komunikasi kebijakan, khususnya komentar Breman, dinilai penting untuk arah kebijakan berikutnya. Pasar tetap menantikan sinyal dari bank sentral mengenai inflasi, pertumbuhan, dan risiko eksternal. Secara umum, sentimen terhadap NZD tetap sensitif terhadap faktor geopolitik dan harga energi.
AUDNZD diperdagangkan sekitar 1.2170 di sesi Asia, menunjukkan penguatan dolar Australia terhadap beberapa pasangan mata uang dan menahan tren kenaikan sejak 30 Maret. Pergerakan ini mencerminkan respons investor terhadap perubahan sentimen risiko global dan ekspektasi kebijakan bank sentral. Aktivitas pasar juga menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi menjelang data ekonomi utama.
Penguatan AUD didorong oleh perbaikan sentimen risk-on setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai jeda dua minggu terhadap aksi militer terhadap Iran. Langkah tersebut meredakan ketegangan pasar dan berpotensi menurunkan tekanan pada harga energi. Imbasnya, AUD cenderung mendapatkan dukungan lebih kuat dibanding NZD dalam jangka pendek.
Beberapa pelaku pasar juga menilai kemungkinan kenaikan suku bunga di Mei menuju sekitar 4.35 persen karena biaya energi yang lebih tinggi pasca penutupan Selat Hormuz. Meski kebijakan berbeda antar bank sentral, dinamika geopolitik memberi ruang bagi pembuat kebijakan untuk menimbang jalur kebijakan. Secara keseluruhan, AUDNZD tetap responsif terhadap berita geopolitik dan risiko inflasi global yang bisa memengaruhi keputusan kebijakan ke depan.