Cetro Trading Insight: AUDUSD Berpotensi Rebound Didukung Kebijakan RBA dan Inflasi Australia
Artikel oleh Cetro Trading Insight
Prospek AUD/USD terlihat menjanjikan untuk rebound meski pasar menilai RBA akan mempertahankan suku bunga pada 3.85% pada rapat Maret. Data inflasi Januari yang lebih panas dari ekspektasi menambah argumen bagi kemungkinan kenaikan suku bunga pada Mei. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa AUD bisa mendapatkan dukungan jika kebijakan tetap dovish namun input inflasi masih menunjukkan tekanan.
Walau akhirnya AUD terlihat melemah di sesi Asia sekitar 0.7110, sisi bawah pasangan mata uang ini diperkirakan tetap terbatas oleh sentimen kehati-hatian terkait proyeksi kebijakan RBA. Pasar menunda keputusan besar di Maret karena laporan inflasi Q1 baru tiba pada akhir April, sehingga volatilitas bisa berlanjut. Gubernur RBA menegaskan pendekatan sabar tetap relevan, mengurangi peluang percepatan pengetatan secara agresif.
Inflasi Australia pada Januari yang lebih tinggi memperkuat narasi bahwa bank sentral bisa mengeluarkan sinyal kenaikan suku bunga pada Mei. Pasar memperkirakan sekitar empat puluh basis poin pengetatan tambahan sepanjang tahun ini, meskipun terminal rate diperkirakan mendekati 4.10%. Di sisi lain, USD masih menghadapi ketidakpastian kebijakan perdagangan, yang bisa memberikan ruang bagi AUD untuk menguat jika risiko perdagangan meredam tekanan pada dolar.
Inflasi Januari Australia lebih panas dari ekspektasi, meningkatkan risiko pengetatan kebijakan bank sentral pada Mei. Data tersebut memperkuat argumentasi bahwa RBA bisa menimbang langkah kenaikan meskipun prospek jangka pendek masih menahan. Investor mengalihkan fokus pada bagaimana inflasi mempengaruhi jalannya siklus kebijakan.
Meskipun konsensus pasar cenderung pada mempertahankan 3.85% di rapat Maret, tekanan inflasi bisa mendorong langkah pengetatan lanjutan jika data selanjutnya menunjukkan tekanan harga tetap tinggi. Perkiraan pasar sekitar 40 bps pengetatan tambahan sepanjang tahun ini, meskipun banyak analis menilai puncak suku bunga berada sekitar 4.10%. Kondisi ini menambah dinamika bagi AUD terhadap USD.
Selain faktor domestik, dinamika kebijakan AS juga memberi pengaruh penting pada AUDUSD. Perkembangan rilis PPI Januari AS menjadi fokus utama karena bisa mengubah arah kebijakan Federal Reserve. Ketidakpastian perdagangan dan perubahan kebijakan bank sentral global meningkatkan volatilitas harian pada pasangan mata uang utama.
Para pelaku pasar menantikan rilis US January Producer Price Index untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Data PPI bisa menyediakan isyarat mengenai kekuatan ekonomi dan peluang pengetatan menyusul suku bunga. Panasnya inflasi juga meningkatkan risiko perubahan pada ekspektasi pasar terhadap langkah Fed.
Langkah kebijakan perdagangan AS juga menjadi faktor penting. Rencana Trump untuk menerapkan tarif 15% pada beberapa barang impor mendapat reaksi beragam dari para pelaku pasar, sementara pejabat perdagangan menyatakan bahwa tarif bisa dinaikkan lebih lanjut untuk beberapa negara. Ketegangan perdagangan dapat menambah volatilitas dolar AS dan mempengaruhi arah AUDUSD.
Secara keseluruhan, pasar menghadapi risiko kebijakan yang tidak pasti, sehingga pergerakan AUDUSD akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi utama dan komentar bank sentral. Investor disarankan untuk meninjau ulang posisi secara berkala dan menyesuaikan manajemen risiko. Sinyal untuk trading tetap bergantung pada kepastian data dan arah kebijakan yang muncul dari waktu ke waktu.
Seiring pergerakan harga berada di sekitar 0.7110, skema perdagangan long bisa dipertimbangkan jika harga menunjukkan sinyal pembalikan menuju area support. Ambil posisi long sekitar harga saat ini atau saat konfirmasi pembalikan menuju support 0.7080. Target keuntungan ditetapkan di 0.7160 dengan risiko sekitar 0.0030.
Manajemen risiko perlu disesuaikan dengan volatilitas harian dan ukuran akun. Gunakan ukuran posisi yang tepat sehingga risiko per perdagangan tidak melebihi batas yang telah ditetapkan. Sesuaikan level SL dan TP jika volatilitas meningkat atau data ekonomi utama dirilis.
Catatan penting: sinyal ini bersifat spekulatif dan bisa berubah seiring perubahan data ekonomi atau komentar kebijakan. Kondisi pasar dapat berbalik dengan cepat setelah rilis PPI AS atau pernyataan pejabat bank sentral. Disarankan untuk selalu memantau berita dan memverifikasi arah aliran aliran modal sebelum mengeksekusi posisi.