AUDUSD Dekati Support 0,6920; Sinyal Buy Potensial Didukung PMI China dan Prospek RBA

AUDUSD Dekati Support 0,6920; Sinyal Buy Potensial Didukung PMI China dan Prospek RBA

Signal AUD/USDBUY
Open0.694
TP0.709
SL0.692
trading sekarang

Artikel ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca awam. Dolar Australia melemah terhadap Dolar AS pada pembukaan minggu perdagangan setelah data PMI Manufaktur RatingDog Tiongkok naik menjadi 50,3 pada Januari, dari 50,1 pada Desember. Angka ini menandakan ekspansi manufaktur yang tipis dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Meski pembacaan ini tidak tajam, ia menggambarkan tingkat aktivitas pabrik yang membaik secara terbatas.

Di sisi inflasi Australia, TD-MI menunjukkan kenaikan YoY sebesar 3,6% dan laju bulanan 0,2%, terendah sejak Agustus. Data ini menambah tekanan pada prospek kebijakan moneter karena inflasi tetap di atas target 2–3%. Sementara itu, dinamika pasar tenaga kerja terlihat rebound melalui lonjakan 4,4% pada ANZ Job Ads bulan Desember, menandakan momentum perekrutan menjelang akhir tahun.

Dalam konteks kebijakan, para pelaku pasar menanti keputusan RBA yang diharapkan tetap berhati-hati. Meskipun suku bunga acuan berada di 3,6%, inflasi inti dan ketatnya pasar tenaga kerja mendukung kehendak kebijakan yang lebih restriktif jika data inflasi tidak menunjukkan pelonggaran. Di Amerika, isu politik terkait calon Ketua The Fed menambah spekulasi bahwa pelonggaran moneter bisa berjalan lebih lambat.

Indeks Harga Konsumen Australia Desember tercatat 3,8% YoY, melambat dari bulan sebelumnya dan tetap berada di atas target. Namun, laju inflasi bulanan sebesar 1,0% pada Desember menambah tantangan bagi bank sentral untuk menurunkan tekanan harga kebijakan. Data ini memperkuat argumen bahwa RBA akan menjaga sikap kebijakan yang fleksibel namun berhati-hati.

Secara keseluruhan, data inflasi mendasari dan progres tenaga kerja menjadi pendorong utama bagi prospek suku bunga. Pembuat kebijakan cenderung mengevaluasi kombinasi antara inflasi inti, peluang lapangan kerja, dan sinyal global sebelum menarik langkah lebih lanjut. Pasar cenderung memperkirakan kenaikan 25 bp pada pertemuan mendatang meskipun ada variasi kebijakan yang mungkin terjadi.

Nasabah dan pelaku pasar sebaiknya mempertimbangkan sinyal harga dan risiko terhadap AUD sebagai bagian dari strategi manajemen risiko. Skenario jangka menengah masih mencerminkan volatilitas yang lebih tinggi, dengan potensi penyesuaian suku bunga dan neraca kebijakan di masa depan.

Dalam kerangka teknikal, AUD/USD terlihat bergerak dalam pola ascending channel pada chart harian, menandakan bias bullish yang tetap terjaga. RSI 14-hari melandai dari 70 ke sekitar 67, menunjukkan momentum yang lebih seimbang tanpa tanda pembalikan signifikan. Kondisi ini memberi peluang bagi bias naik yang berelokasi pada level resistance terdekat.

Arah pergerakan yang lebih lanjut bisa membawa harga menguji resistance di sekitar 0,7093, level tertinggi sejak Februari 2023. Jika momentum cukup kuat, harga berpotensi menguji batas atas channel di sekitar 0,7190. Namun di sisi bawah, konfluensi EMA 9 hari sekitar 0,6927 berdiri sebagai support penting untuk menjaga tren naik.

Para trader bisa memanfaatkan peluang dengan rencana entry yang terdefinisi: pembelian di sekitar 0,6940 dengan stop di 0,6920 dan target pertama 0,7093. Rasio risiko-imbalan lebih dari cukup, mengingat jarak TP terhadap SL jauh lebih besar daripada risiko yang diambil. Tetap awasi perubahan data manufaktur dan kebijakan moneter yang bisa mengubah dinamika pasangan ini.

broker terbaik indonesia