Data CPI China untuk Februari diperkirakan menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 0,8 persen. Angka ini meningkat dibandingkan 0,2 persen pada bulan Januari dan menandakan konsumen tetap mengalami peningkatan harga secara moderat. Sementara itu, PPI diperkirakan turun 1,1 persen secara YoY pada Februari, sedikit lebih parah dari penurunan 1,4 persen pada periode sebelumnya. Kedua indikator ini penting karena CPI mengukur inflasi dan perubahan perilaku belanja, sedangkan PPI menggambarkan biaya produksi yang dihadapi produsen.
Pasar menantikan arah AUDUSD menjelang rilis data Cina, dengan tren global yang saat ini rentan terhadap kebijakan dan sentimen risiko. Perkiraan data yang lebih baik dari ekspektasi bisa mendorong AUD lebih tinggi, meski sentimen risiko cenderung lemah akibat dinamika geopolitik. Selain itu, perubahan tekanan inflasi China dapat mempengaruhi arus perdagangan dan aliran modal yang memicu pergerakan kurs pasangan ini.
Kebijakan serta perkembangan di China tetap menjadi kunci bagi aliran perdagangan minyak, logam, dan produk lainnya yang memanfaatkan AUD sebagai mata uang dasar. Di Indonesia, para pelaku pasar akan memantau reaksi dolar AS yang cenderung menguat ketika ketidakpastian global meningkat. Media kami, Cetro Trading Insight, menekankan pentingnya konteks global dan pasar risiko terhadap pergerakan AUDUSD.
Secara teknis, AUDUSD telah menunjukkan respon terhadap perkembangan data Cina meskipun arah akhirnya sangat bergantung pada kejutan data tersebut. Jika data Cina lebih kuat dari ekspektasi, pair berpotensi melewati level resistance utama. Level pertama yang perlu diperhatikan berada di 0,7055, yang mewakili puncak tertinggi pada 30 Januari sebagai zona upside awal.
Setelah menembus 0,7055, fokus beralih ke resistance berikutnya di 0,7089 yang menjadi batas berikutnya bagi peluang rally pendek. Jika penguatan berlanjut, level 0,7147 yang menjadi tinggi 12 Februari dapat berfungsi sebagai filter tambahan untuk kenaikan lebih lanjut. Skenario yang paling relevan adalah pergerakan breakout yang didorong oleh data Cina yang lebih baik, di mana AUDUSD bisa menargetkan titik-titik tersebut secara berurutan.
Namun, dalam konteks risiko global yang sedang meningkat dan suasana risk-off yang kadang muncul, pergerakan bisa searah turun jika data Cina mengecewakan atau jika sentimen pasar memburuk. Pelaku pasar disarankan memonitor reaksi harga terhadap data tersebut sebelum mengambil posisi besar. Analisis ini menekankan peran data rilis dan level teknikal sebagai acuan, bukan sinyal pasti.
Rilis CPI dan PPI China memegang peran kunci dalam menentukan arah AUDUSD, karena perubahan inflasi dan biaya produksi mempengaruhi preferensi risiko investor terhadap mata uang komoditas. Ketidakpastian geopolitik dan dinamika pasar minyak turut mempengaruhi permintaan terhadap AUD sebagai aset berisiko.
Dari sisi teknis, level 0,7055, 0,7089, dan 0,7147 berfungsi sebagai acuan bagi trader untuk mengantisipasi potensi pergerakan berikutnya. Breakout di atas resistance tersebut bisa mengindikasikan momentum bullish, sedangkan penurunan di bawah support membuat risiko downside meningkat.
Cetro Trading Insight menekankan bahwa pendekatan trading sebaiknya fokus pada manajemen risiko dan pemahaman terhadap konteks fundamental serta kejutan data, bukan sekadar mengikuti klaim pasar. Dengan demikian, keputusan trading sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing trader dan tujuan investasi yang jelas.