Indikator S&P Global menunjukkan bahwa aktivitas di Australia mengalami perlambatan pada Februari. Composite PMI turun menjadi 52.0, Services 52.2, Manufacturing 51.5. Meskipun semua angka tersebut tetap berada di wilayah ekspansi, kecepatan pertumbuhan menunjukkan pelambatan dibanding bulan sebelumnya. Hal ini mencerminkan dinamika ekonomi yang lebih moderat namun tetap positif secara keseluruhan.
Penurunan luas pada PMI mengindikasikan tekanan pada laju inflasi yang relatif tetap, sehingga pasar menilai risiko kebijakan dan prospek pertumbuhan dengan hati-hati. Kondisi ini juga memberi tekanan pada AUD karena investor menilai peluang kebijakan moneter dan arah ekonomi domestik. AUD tampak uji coba terhadap ketahanan data fiskal dan sikap pelaku pasar terhadap risiko global.
Di samping itu, para trader menantikan rilis data ekonomi AS yang akan mengarahkan arah selanjutnya. Data yang akan datang menampilkan GDP Q4 dan PCE sebagai penentu utama arah risiko. Menurut Cetro Trading Insight, Minutes FOMC menyoroti kemungkinan perubahan kebijakan jika inflasi tetap tinggi.
Data klaim pengangguran awal AS turun menjadi 206 ribu untuk minggu yang berakhir 14 Februari, lebih rendah dari ekspektasi. Angka ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih kuat, sehingga dolar AS mendapat dukungan lebih lanjut. Imbasnya, AUDUSD cenderung mendapat tekanan karena pergeseran likuiditas menuju aset berisiko rendah di lingkungan dolar yang lebih kuat.
AUDUSD diperdagangkan sekitar 0.7040 saat laporan ditulis, dengan upaya beberapa sesi sebelumnya untuk mempertahankan kenaikan terhenti. Pasar terus menimbang dampak data AS terhadap prospek perdagangan dan kebijakan moneter. Pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada rilis data ekonomi lanjutan dan komentar pejabat Fed.
Dalam konteks kebijakan moneter, Minutes FOMC menunjukkan mayoritas anggota lebih cenderung mempertahankan suku bunga pada saat ini, meskipun beberapa anggota menyatakan kesiapan untuk pelonggaran jika inflasi melunak. Ketidakpastian ini menambah tekanan pada AUD karena ekspektasi kebijakan AS tetap menjadi faktor pendorong utama volatilitas pasangan ini.
Secara teknikal, pergerakan harga menunjukkan potensi bias turun jika data AS terus menguat dan ekspektasi kebijakan tetap kuat. Level resistance kunci berada di sekitar 0.7080–0.7100, sementara support terlihat di sekitar 0.6980. Break di bawah support dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut untuk AUDUSD.
Rekomendasi perdagangan yang didasarkan pada analisis fundamental adalah posisi jual pada AUDUSD dengan target di sekitar 0.6980 dan stop di 0.7080. Dengan jarak sekitar 60 pips ke target dan risiko sekitar 40 pips, rasio risiko-imbalan mencapai sekitar 1:1,5. Namun, investor tetap perlu memantau rilis data ekonomi penting berikutnya yang berpotensi mengubah sentimen pasar secara mendadak.
Perlu diingat bahwa pasar bisa berbalik jika data ekonomi datang lebih kuat dari ekspektasi atau jika ada perubahan signifikan dalam nada kebijakan. Volatilitas dapat meningkat menjelang rilis data utama, sehingga manajemen risiko menjadi hal yang sangat penting bagi setiap posisi pada AUDUSD.