UK akan merilis data PMI layanan Februari dari S&P Global pada sesi ini. PMI layanan adalah indikator yang menggambarkan kesehatan sektor jasa dan diminati sebagai petunjuk pertumbuhan ekonomi. Pasar menanti angka ini karena dampaknya bisa menggerakkan posisi GBP terhadap mata uang utama.
Indikator ini biasanya berada di atas 50 untuk menunjukkan ekspansi aktivitas, sementara angka yang lebih rendah menandakan perlambatan. Versi Februari diperkirakan turun menjadi 53.6 dari 54.0 bulan sebelumnya, menandakan perlambatan marginal. Penampilan PMI yang lebih lemah dapat menjaga GBP dalam tekanan jika data lain tidak memberi dukungan.
Secara umum, hasil PMI akan mempengaruhi peluang GBPUSD untuk mempertahankan diri atau tertekan lebih lanjut. Investor juga mengamati bagaimana data tersebut berinteraksi dengan berita lain mengenai penjualan ritel. Kemenangan data UK dapat mengurangi tekanan terhadap pasangan mata uang ini jika kontras dengan dinamika global tetap positif. Media kami Cetro Trading Insight menyajikan analisis mendalam seputar perkembangan ini.
Data penjualan ritel Januari di UK menunjukkan dinamika yang membentuk ekspektasi arus modal. Penjualan ritel naik 1.8% MoM, lebih tinggi dari bulan sebelumnya, sehingga mengangkat optimisme terhadap kemampuan konsumsi rumah tangga. Namun, investor tetap waspada karena faktor adalah bagaimana data ini bersinggungan dengan kebijakan moneter global.
Inti dari penjualan ritel naik 2.0% MoM, melampaui estimasi pasar. Angka ini menambah dukungan terhadap ekonomi Inggris dan berpotensi memicu diskusi kebijakan yang lebih tegas untuk menjaga pertumbuhan. Sementara itu, dolar AS tetap dibebani oleh dinamika inflasi dan prospek suku bunga, sehingga mempengaruhi pasangan GBPUSD secara langsung.
Di sisi lain, USD menguat setelah rilis Minutes FOMC yang menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tidak melunak. Meski mayoritas pejabat lebih dekat pada keputusan menahan, sikap yang fleksibel tetap mempengaruhi ekspektasi pasar. Ketidakpastian ini menjadi faktor utama bagi pergerakan GBPUSD di pasar realized dan berpotensi menggerakkan volatilitas jangka pendek.
Secara teknis, GBPUSD stabil setelah rebound harian dan diperdagangkan sekitar 1.3460 pada saat penulisan. Pergerakan ini menunjukkan bahwa arah jangka pendek masih rentan terhadap tekanan jual jika harga tidak mampu melewati zona resisten.
Bias teknikal menunjukkan adanya bias bearish yang berkembang karena pasangan bergerak di bawah pola saluran naik yang tampak sebelumnya. Risiko pergerakan ke sisi bawah cukup realistis jika level 1.3344 ditembus dan sentimen pasar tidak mendukung pergerakan naik yang signifikan.
Level teknikal utama meliputi support sekitar 1.3344 sebagai acuan pertama, dan resistance di 1.3524 serta 1.3548. Rencana trading yang diusulkan adalah posisi jual dengan entry dekat 1.3460, stop loss di 1.3530, dan take profit di 1.3310, memberikan rasio risiko-imbalan lebih dari 1.5. Secara keseluruhan, sinyal ini didasarkan pada analisa teknikal dan konstelasi data fundamental yang bersinggungan dengan kebijakan moneter AS dan Inggris.