AUDUSD Menguat Didukung Data Global dan Tekanan Dolar AS Memudar

AUDUSD Menguat Didukung Data Global dan Tekanan Dolar AS Memudar

Signal AUD/USDBUY
Open0.671
TP0.681
SL0.665
trading sekarang

Dolar Australia bergerak terbatas karena investor menimbang risiko geopolitik yang sedang meningkat dan dinamika perdagangan global. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh opsi kebijakan moneter yang berbeda antara negara maju, membuat AUD terbawa arus risiko. Meski demikian, tekanan teknis dan prospek ekspor Australia tetap menjadi faktor penopang bagi pergerakan pasangan ini di sesi-sesi berikutnya.

PBOC mempertahankan Suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) tidak berubah, dengan LPR satu tahun di 3,00% dan LPR lima tahun di 3,50%. Karena Australia adalah mitra dagang utama Tiongkok, perubahan kebijakan di Beijing dapat memicu perubahan permintaan komoditas dan aliran dana, sehingga memengaruhi AUD secara langsung maupun tidak langsung.

Di sisi lain, kekhawatiran sekitar Greenwood/Grønland dan kebijakan tarif AS terhadap sekutu Eropa menambah volatilitas di pasar. IMF menekankan perlunya kehati-hatian bagi RBA karena inflasi tetap berada di atas target banc 2%–3% meskipun beberapa indikasi mereda, sehingga potensi perubahan kebijakan tetap patut dipantau. Secara keseluruhan, kombinasi faktor fundamental dan prospek inflasi global mendukung dinamika AUD dalam jangka pendek.

Pergerakan AUD/USD dan Analisis Teknis

AUD/USD terus berada dalam tren yang dipicu oleh kekhawatiran geopolitik dan dinamika kebijakan moneter di berbagai negara. DXY, indeks dolar terhadap enam mata uang utama, telah melemah ke sekitar level 99.0 saat berita beredar, mengubah sentimen di pasar mata uang berisiko. Kondisi ini memberikan peluang bagi AUD untuk menguat terhadap USD jika sentimen risiko tetap kuat.

Secara teknis, AUD/USD diperdagangkan sekitar 0,6710 dengan EMA sembilan hari berada di 0,6700 dan RSI 14 hari di 56,7. Keduanya menunjukkan bias netral ke bullish jangka pendek, asalkan harga mampu mempertahankan posisi di atas EMA 9-hari. Penutupan harian di atas level tersebut akan menjaga momentum kenaikan yang mendasari rekomendasi teknikal untuk melanjutkan pergerakan ke zona-resistensi berikutnya.

Target teknikal utama terlihat sekitar 0,6766, level tertinggi sejak Oktober 2024, sementara dukungan pertama berada di sekitar EMA 50-hari di 0,6646. Jika harga kembali menembus ke bawah, risiko penurunan bisa membawa pasangan ke kutub support lain di sekitar 0,6414, meskipun skenario seperti itu memerlukan konfirmasi tambahan dari volatilitas pasar dan data ekonomi yang relevan.

Implikasi Kebijakan dan Proyeksi ke Depan

Data ekonomi Tiongkok Desember menunjukkan produksi industri melonjak 5,2% secara tahunan, lebih kuat dari bulan sebelumnya, didukung aktivitas manufaktur dan ekspor. Penjualan ritel Desember naik 0,9% YoY, walau di bawah ekspektasi, sementara PDB Q4 2025 tumbuh 1,2% QoQ dan 4,5% YoY, sehingga secara keseluruhan menguatkan pandangan bahwa permintaan global tetap resistif. Perbaikan ini berpotensi mendukung AUD lewat kanal ekspor Australia.

IMF kembali menekankan kehati-hatian bagi RBA karena inflasi tetap berada di atas band target 2%–3%, meskipun indikator inflasi inti menunjukkan perlambatan. Data tenaga kerja AS juga menunjukkan klaim tunjangan pengangguran awal turun menjadi 198 ribu, menambah potensi bagi pasar untuk mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Kondisi ini dapat menjaga volatilitas rendah hingga menengah di pasar FX di beberapa bulan ke depan.

Secara teknis, AUD/USD tetap berada di atas EMA sembilan hari, memperkuat bias bullish yang sedang berjalan. Dalam konteks ini, target jangka pendek sekitar 0,6806 menyiratkan peluang perbaikan, sementara dukungan utama di 0,6646 berfungsi sebagai jalur perlindungan terhadap perlambatan mendadak. Investor sebaiknya memantau data inflasi lokal serta komentar kebijakan dari RBA untuk memahami lanjutan arah pergerakan pasangan ini.

broker terbaik indonesia