RBA tetap mempertahankan ton kebijakan yang hawkish, menegaskan kesiapan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tidak melambat. Gubernur Michele Bullock menekankan bahwa inflasi dengan angka tinggi tidak bisa dibiarkan berlanjut dan berpotensi memaksa tindakan lebih lanjut. Komunikasi dewan ini memperkuat narasi bahwa kebijakan moneter bisa tetap ketat lebih lama daripada yang diperkirakan banyak pelaku pasar. Akibatnya, mata uang AUD menunjukkan kepercayaan relatif terhadap mata uang utama lainnya.
RBA sebelumnya menaikkan cash rate sebesar 25 basis poin menjadi 3.85% pada bulan ini. Banyak pasar memperkirakan peluang kenaikan lagi sekitar 74% pada bulan Mei, dengan perkiraan total penyempitan sekitar 38 basis poin hingga akhir tahun. Harapan inflasi konsumen juga melonjak ke 5% pada Februari, tertinggi sejak pertengahan 2025, menambah narasi hawkish. Namun, beberapa faktor eksternal, seperti CPI China yang lebih lemah dan deflasi harga produsen di beberapa sektor, membatasi kenaikan AUD.
Di sisi dolar AS, data NFP Januari menunjukkan 130 ribu pekerjaan, mengalahkan konsensus 70 ribu, sementara pengangguran turun menjadi 4.3%, menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Investor menantikan rilis CPI AS Januari yang tertunda hari Jumat sebagai faktor penentu utama. Secara umum, pergerakan CPI yang lebih lemah dapat memperlebar perbedaan kebijakan antara Fed dan RBA, mendukung AUD lebih lanjut. Faktor eksternal ini menambah potensi volatilitas jangka pendek bagi pasangan AUDUSD.
Secara teknis, AUD/USD berkeras di sekitar 0.7118 setelah mencetak tertinggi sesi 0.7148, tertinggi sejak Februari 2023. Pasangan ini telah naik enam minggu berturut-turut dan tetap berada di atas rata-rata pergerakan jangka panjang, menunjukkan tren bullish yang kuat. Indikator ADX berada di level 23 pada kerangka mingguan, menunjukkan kekuatan tren yang sedang membangun, dan RSI terus naik mendekati wilayah overbought pada grafik harian.
Secara dekat, level pivot di sekitar 0.7100 sekarang berfungsi sebagai dukungan dekat. Rintangan langsung berada pada 0.7148, sementara jika dilewati bisa membuka jalan menuju level psikologis 0.7200 dan zona 0.7250. Struktur harga ini mengindikasikan potensi continuation dari tren naik selama harga tetap berada di atas dukungan kunci. Skenario ini didukung oleh pergerakan enam pekan yang konsisten dan kekuatan momentum yang terlihat dari indikator teknis.
Namun, kerangka risiko tetap ada jika harga gagal menjaga 0.7100. Dalam skenario negatif, pembalikan bisa membawa AUDUSD ke kisaran 0.7050–0.7000, area di mana pembeli cenderung kembali masuk sejalan dengan struktur bullish yang lebih luas. Sebaliknya, jika 0.7100 mampu ditembus dan bertahan, potensi target menuju 0.7250–0.7300 terbuka seiring evaluasi rilis data CPI dan kebijakan Fed. Investor disarankan memperhatikan level-level ini untuk manajemen risiko.
Rencana perdagangan yang diusulkan adalah posisi beli pada kisaran saat ini dengan entri sekitar 0.7118. Stop loss diposisikan di sekitar 0.7085 untuk memberi ruang bagi fluktuasi intraday tanpa memicu sinyal keluar. Take profit ditetapkan di 0.7250 untuk mengejar target teknis dan fundamental yang didorong oleh kebijakan moneter yang tetap ketat.
Faktor kunci yang perlu diawasi adalah rilis CPI AS pada Jumat, yang bisa memperkuat atau meredakan ekspektasi divergence kebijakan antara The Fed dan RBA. Hasil NFP dan CPI sebelumnya sudah membentuk nada pasar, sehingga data baru bisa menggeser arah AUDUSD dengan cepat. Investor sebaiknya menimbang risiko politik moneter global dan data inflasi yang saat ini masih menjadi faktor pendorong utama.
Outlook jangka menengah tetap positif bagi AUD jika CPI AS menunjukkan pelemahan yang cukup untuk menunda pemangkasan suku bunga Fed. Dalam keadaan seperti itu, AUD bisa lanjut menguat menuju level-target yang disebutkan. Namun jika CPI tiba lebih kuat dari prediksi, peluang koreksi tidak bisa diabaikan dan manajemen risiko menjadi hal utama.