AUDUSD Menguat Dipicu PMI Australia dan Kebijakan RBA: Peluang Breakout Mendekat

AUDUSD Menguat Dipicu PMI Australia dan Kebijakan RBA: Peluang Breakout Mendekat

Signal AUD/USDBUY
Open0.703
TP0.721
SL0.696
trading sekarang

PMI Gabungan Australia melonjak menjadi 55,7 di Januari, menandai ekspansi tercepat dalam 45 bulan. Angka ini menunjukkan peningkatan aktivitas yang luas di sektor manufaktur dan jasa secara bersamaan. Data ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa perekonomian Australia mampu bertahan di tengah risiko global, sehingga dukungan bagi AUD meningkat, menurut analisis Cetro Trading Insight.

PMI Jasa Australia juga melonjak menjadi 56,3, tertinggi sejak Februari 2022, melewati estimasi 56,0 dan tetap di atas batas 50 yang menandakan ekspansi. Pertumbuhan layanan yang solid menambah bobot pada opini bahwa kebijakan moneter akan tetap panas untuk sementara. Dalam konteks ini, investor melihat potensi kelanjutan siklus pengetatan oleh RBA.

Secara teknikal, AUD/USD terlihat menguat dan bergerak di sekitar 0,7030 setelah sesi sebelumnya naik lebih dari 1%. Grafik harian menunjukkan pola ascending channel, memberikan gambaran bahwa bias bullish masih bertahan. RSI 14-hari berada di sekitar 73,3, mengindikasikan momentum kuat yang perlu diwaspadai jika terjadi koreksi mendadak.

Pengetatan Kebijakan RBA dan Sinyal Suku Bunga

RBA menaikkan Official Cash Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,85%, didorong oleh pertumbuhan yang lebih kuat dari ekspektasi dan tekanan inflasi yang membandel. Langkah ini menandai fase awal siklus pengetatan yang lebih agresif dan menekankan fokus pada inflasi yang tidak menunjukkan pelonggaran cepat. Kebijakan ini juga menambah dukungan terhadap AUD bagi pemegang posisi long.

Pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada Mei sekitar 80%, dengan ekspektasi sekitar 40 basis poin pengetatan lebih lanjut sepanjang tahun. Kondisi demikian menambah volatilitas pada pasangan mata uang, karena trader menimbang prospek yield dan risiko terkait keuangan rumah tangga. Pengetatan lebih lanjut di 2025 dianggap konsisten dengan landasan data yang lebih kuat.

Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa tekanan inflasi tetap terlalu kuat dan bahwa perjalanan kembali ke target membutuhkan waktu. Dewan menegaskan pendekatan yang bergantung pada data, tanpa memberikan panduan kebijakan jauh ke depan. Kondisi ini menciptakan profil risiko yang seimbang bagi AUD, karena pergerakan kebijakan akan sangat bergantung pada data respectively.

USD Melemah dan Potensi Pergerakan AUDUSD

Dolar AS melemah selama dua sesi berturut-turut, dengan indeks dolar yang mendekati kisaran rendah pada saat ini. Namun, data AS terbaru menunjukkan rebound di sektor manufaktur melalui PMI ISM yang naik menjadi 52,6, menandakan ketahanan ekonomi meskipun isu inflasi tetap relevan. Perkembangan ini memicu dinamika risk-on/risk-off yang saling berimbang di pasar global.

Inflasi sisi produsen AS tetap tinggi, dengan PPI inti menunjukkan kecepatan 3,3% secara tahunan, melampaui ekspektasi penurunan. Hal ini menambah kompleksitas bagi jalur kebijakan Federal Reserve, meskipun sinyal fiskal dan pergeseran risiko dapat membatasi kuatnya pelemahan dolar. Investor memperhatikan bagaimana dinamika ini mempengaruhi yield AS dan sentimen pasar secara keseluruhan.

Secara teknikal, AUDUSD tetap berada dalam channel ascending dengan support di sekitar 0,6964 dan potensi resistance di sekitar 0,7210. Kisaran harga sekitar 0,7030–0,7094 menunjukkan ruang bagi breakout jika momentum bertahan. Sinyal trading menunjuk pada bias beli dengan open 0,7030, take profit 0,7210, dan stop loss 0,6964, memenuhi rasio risiko/imbalan lebih dari 1:2.

broker terbaik indonesia