Analisis yang disusun oleh Cetro Trading Insight menunjukkan AUD menanjak terhadap Dolar AS setelah beberapa sesi tekanan. Dorongan utama berasal dari ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan menjadi lebih ketat di Australia, menjadikan AUD sebagai aset likuid berisiko yang masih menarik bagi investor meskipun pasar sedang menimbang risiko global.
Latar belakang kebijakan semakin kuat seiring dengan pernyataan Gubernur RBA mengenai kapasitas ekonomi Australia yang lebih terbatas dari perkiraan sebelumnya. Dewan moneter menilai bahwa diperlukan sikap yang lebih tegas untuk membatasi pertumbuhan permintaan jika kapasitas pasokan belum berkembang cukup cepat.
Ekspektasi terhadap pengetatan lebih lanjut menambah dorongan bagi AUD, dengan peluang kenaikan berikutnya diprediksi paling cepat terjadi pada bulan Mei. Secara mikro, data perdagangan Desember Australia juga memberi dukungan meskipun permintaan domestik tampak melambat.
Di sisi lain, Dolar AS cenderung melemah menghadapi risiko penyesuaian kebijakan yang lebih lambat dan dinamika pasar yang berputar ke aset berisiko. Ketidakpastian ini menjaga AUDUSD dalam posisi menguat meskipun sentimen risiko sedang berfluktuasi.
Indeks DXY melemah seiring data tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda pelonggaran, dengan klaim tunjangan pengangguran awal meningkat dan penurunan tajam pada pertumbuhan pekerjaan swasta menurut ADP. Informasi ini menambah tekanan bagi The Fed untuk tetap berhati-hati terhadap pelonggaran kebijakan.
Walau beberapa pejabat The Fed menekankan kehati-hatian, pasar tetap melihat kemungkinan pemotongan suku bunga di akhir tahun jika inflasi terus mereda. Kondisi ini membatasi rebound Dolar AS dan memberi AUD ruang untuk menguat lebih lanjut.
Harga AUDUSD saat ini sekitar 0.6995, menunjukkan rebound yang didorong oleh ekspektasi kebijakan Australia yang lebih ketat. Pergerakan ini juga mencerminkan konsolidasi di tengah dinamika risiko global yang sedang berubah.
Rencana trading menunjukkan entri di kisaran saat ini dengan target di sekitar 0.7130 dan stop di sekitar 0.6930. Rasio risiko-imbalan diperkirakan berada di atas 1:1,5 jika pasar mengikuti skenario tersebut, dengan potensi upside yang relatif terukur.
Analisis ini menekankan bahwa faktor fundamental, terutama kebijakan moneter, lebih berpengaruh daripada sinyal teknikal sesaat. Para pelaku pasar disarankan untuk memantau rilis data sentimen konsumen AS sebagai katalis berikutnya dan menjaga manajemen risiko.