
AUD/USD berhasil mencapai sekitar 0.7070 pada sesi ini, namun posisi pasangannya masih dekat dengan level terendah delapan minggu. Faktor teknikal dan sentimen pasar global tetap menjadi penentu arah, sementara dampak pergerakan dolar AS belum sepenuhnya positif untuk pasangan ini. Para trader mencermati bagaimana momentum pembalikan ini akan bertahan setelah serangkaian data ekonomi terbaru.
Ketegangan di Timur Tengah mereda memberikan aliran risiko yang lebih stabil dan suasana risk-on yang lebih cerah. Meski demikian, fokus pasar beralih ke data inflasi AS berikutnya untuk menentukan lintasan kebijakan moneter Federal Reserve. Jangan heran jika volatilitas tetap tinggi karena ketidakpastian geopolitik dan kondisi ekonomi global.
Support terdekat berada di sekitar 0.7000, dengan resistance di sekitar 0.7100. Jika data CPI AS lebih lemah dari ekspektasi, AUD bisa mendapatkan dorongan kecil; jika CPI menunjukkan tekanan inflasi, dolar bisa menguat dan menekan AUD. Secara umum, pedagang disarankan mengatur sasaran risiko dengan jarak yang memadai dan menghindari posisi besar tanpa konfirmasi lanjutan.
Data perdagangan China Mei menunjukkan surplus sebesar USD 105,43 miliar, tertinggi sejak awal tahun. Ekspor melonjak 19,4% yoy, melampaui ekspektasi, sementara impor naik 27,4% yoy, menandakan pemulihan permintaan domestik. Kinerja ini dipicu permintaan terhadap chip dan investasi AI yang kuat, meskipun ada gangguan rantai pasok energi global. Secara keseluruhan, angka-angka tersebut menambah dukungan terhadap prospek permintaan komoditas dan perdagangan Australia-China.
Pembalikan surplus May didorong oleh ekspor teknologi tinggi, sedangkan impor menunjukkan semakin kuatnya aktivitas domestik. Data ini menambah alasan bagi pasar untuk mengharapkan stabilitas pertumbuhan China pada kuartal kedua, yang pada gilirannya bisa mendongkrak permintaan komoditas dan menambah dukungan bagi valuta regional terkait.
Secara implisit, data China meningkatkan kasus bagi AUD untuk tetap tergolong dalam jalur pemulihan, meskipun dinamika perdagangan global dan volatilitas harga energi bisa membatasi pergerakan. Pelaku pasar akan memantau apakah tren ini bertahan dan bagaimana respons kebijakan perdagangan Australia terhadap perubahan permintaan Cina.
Di AS, gambaran makroekonomi terakhir memperkuat gagasan bahwa Federal Reserve bisa menimbang jalur kebijakan di paruh kedua tahun ini jika inflasi tetap tinggi. Pasar menantikan rilis CPI yang menjadi tolok ukur utama arah suku bunga, dengan ekspektasi bahwa angka ini akan menentukan apakah laju kenaikan suku bunga berlanjut. Ketidakpastian ini mendorong volatilitas di pasar mata uang secara luas.
Penurunan tensi di Timur Tengah memberi angin segar bagi pasar berisiko, dengan harga minyak yang melandai dan memicu respons risk-on. Meskipun demikian, faktor geopolitik dan dinamika pasar energi tetap menjadi risiko utama yang bisa memicu pergerakan tajam sewaktu-waktu.
Outlook teknikal untuk AUDUSD saat ini tergantung pada data CPI dan respons pasar terhadapnya. Strategi yang lebih aman adalah mengelola eksposur dengan target untung yang rasional dan stop loss yang ketat untuk menanggulangi volatilitas. Jika CPI menunjukkan tekanan inflasi melandai, AUD bisa mencoba reli lebih lanjut; jika tidak, risiko koreksi ke bawah tetap ada.