Data tenaga kerja Australia mencetak lanskap yang campur aduk. Unemployment rate tetap di 4.1% pada Januari, lebih rendah dari ekspektasi 4.2%, sehingga memberikan beberapa dukungan bagi AUD. Sisi pekerjaan menunjukkan perubahan pekerjaan sebesar 17.8 ribu, jauh lebih rendah dari revid 68.5 ribu pada Desember dan juga di bawah konsensus 20 ribu. Sementara itu, tingkat partisipasi tetap di 66.7% dan pekerjaan penuh waktu naik sekitar 50.5 ribu dibandingkan bulan sebelumnya. Kombinasi data ini menandakan momentum tenaga kerja yang tidak kuat tetapi tetap terjaga, sehingga sentimen mata uang relatif seimbang.
AUD/USD bergerak naik secara moderat karena ekspektasi bahwa RBA dapat menjaga jalan pengetatan tetap relevan. Di sisi lain, dolar AS menguat karena risalah FOMC yang hawkish meningkatkan peluang kenaikan suku bunga di masa depan, sehingga dukungan untuk AUD terbatas. Para pelaku pasar menilai bahwa perbedaan kebijakan antara Bank Sentral Australia dan Federal Reserve bisa menjaga pasangan ini tetap volatil dalam beberapa minggu mendatang. Ketidakpastian ini memperkuat bahwa arah jangka pendek lebih bergantung pada kebijakan daripada data tenaga kerja saja.
Dinamika ini menciptakan suasana pasar yang berhati-hati, dengan AUD berpotensi mendapatkan dukungan jika data Australia membaik sementara dolar tetap kuat. Analisis teknikal menunjukkan pergerakan yang relatif datar dalam beberapa sesi, namun risiko pergerakan besar tetap ada jika data utama AS menguat inflasi. Secara keseluruhan, AUDUSD berada pada posisi sensitif terhadap sinyal kebijakan untuk kedua negara, dan investor disarankan memperhatikan rilis data berikutnya untuk konfirmasi arah.
Risalah pertemuan RBA mengungkap bahwa kenaikan suku bunga Februari didorong oleh data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan, inflasi yang tetap tinggi, dan pelunakan kondisi keuangan yang berlanjut. Hal ini menambah sikap hati-hati pada prospek kebijakan dan mendasari gambaran bahwa ruang untuk penundaan kebijakan berkurang. Para pembuat kebijakan sepakat bahwa tanpa tindakan lebih lanjut, inflasi bisa bertahan di atas target untuk periode yang lama.
Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa lonjakan inflasi memaksa bank sentral mempertahankan opsi kebijakan yang lebih ketat, memberikan sinyal bahwa kebijakan pengetatan bisa berlanjut jika data inflasi tetap tidak menunjukkan pelandaian. Narasi ini memperkuat potensi bahwa AUD memiliki dukungan menengah dari kebijakan yang lebih agresif dibandingkan dengan Fed, meskipun pasar global tetap sensitif terhadap dinamika dolar.
Di pasar, AUD terlihat mencoba menyeimbangkan diri di tengah tekanan USD setelah risalah FOMC. Sisi domestik yang kuat mendukung sendi-sendi AUD, namun langkah selanjutnya masih bergantung pada bagaimana data inflasi dan pertumbuhan global berkembang. Investor juga mempertimbangkan kapan pedoman kebijakan RBA akan menjadi lebih jelas seiring berjalannya bulan ini.
Risalah FOMC Januari menunjukkan dukungan luas untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini, meskipun beberapa pejabat lebih condong ke pelonggaran jika inflasi menurun sesuai jalur yang diharapkan. Komentar ini menambah ketidakpastian arah kebijakan jangka pendek sambil menjaga opsi pelonggaran tetap terbuka bila inflasi menurun secara berarti. Implikasi utama bagi dolar AS adalah volatilitas yang relatif terkontrol meskipun suasana pasar tetap rentan terhadap data inflasi.
Beberapa anggota FOMC tetap membuka peluang untuk pelonggaran di masa depan jika inflasi melunak sesuai ekspektasi, meskipun sebagian besar pejabat menilai penahan suku bunga masih tepat untuk saat ini. Reaksi pasar terhadap pernyataan ini memperlihatkan perubahan momentum pada dolar dan menambah volatilitas pada AUDUSD karena perbedaan sikap kebijakan antara dua bank sentral utama. Perbaikan di harga pasar akan sangat bergantung pada jalur inflasi dan dinamika pertumbuhan global dalam beberapa laporan ekonomi berikutnya.
Untuk panduan investasi, para pelaku pasar disarankan memantau indikator inflasi inti, perkembangan tenaga kerja AS, serta komentar terbaru para pejabat Fed. Kondisi keuangan yang tetap ketat namun inflasi yang melunak dapat mengundang langkah penurunan suku bunga, yang pada gilirannya bisa melemahkan dolar AS. Pada akhirnya, arah AUDUSD akan dipengaruhi oleh koordinasi antara Kebijakan Bank Australia dan Fed serta faktor-faktor global yang berubah cepat. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.