EURJPY diperdagangkan di sekitar 182.80 pada sesi Asia Kamis, mencerminkan dinamika yang dipicu oleh ekspektasi bahwa yen bisa menguat jika Bank of Japan melanjutkan kebijakan pengetatan. Pasar juga menilai peluang kenaikan suku bunga BoJ sekitar 80% pada April 2026, meskipun para pembuat kebijakan menilai data terbaru sebelum membuat langkah berikutnya.
Data Jepang yang kuat menambah dinamika bagi BoJ. Core Machinery Orders Desember naik 19.1% MoM dan 16.8% YoY, lonjakan tertinggi dalam lebih dari satu dekade, didorong oleh pesanan satu-off dari refineri dan produsen bahan bakar nuklir. Angka ini menandakan permintaan domestik yang kuat meskipun ada tekanan harga dan dinamika global.
Secara teknikal, EURJPY masih berada di posisi yang dipengaruhi ekspektasi kebijakan. Karena pasar menilai kemungkinan BoJ akan melanjutkan pengetatan, ruang bagi kenaikan lebih lanjut untuk pasangan ini mungkin terbatas, sehingga paparan penurunan bisa muncul jika tekanan kebijakan BoJ meningkat. Selain itu, para trader menantikan data CPI Jepang yang dirilis akhir pekan ini serta PMI awal Jerman dan Eurozone untuk sinyal tambahan.
Lonjakan Core Machinery Orders menunjukkan permintaan domestik Jepang tetap kuat, memberi ruang bagi BoJ untuk menimbang langkah pengetatan lebih lanjut meskipun keadaan global. Data ini menambah tekanan bagi BoJ untuk menilai kapan kebijakan akan disesuaikan, terutama pada prospek inflasi dan pertumbuhan.
Namun kebijakan BoJ tetap bergantung pada data mendatang. Pejabat kemungkinan menilai inflasi, pertumbuhan, dan dinamika tenaga kerja sebelum menentukan langkah berikutnya. Pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada April 2026 cukup tinggi, tetapi jalurnya bisa berubah tergantung data yang akan datang.
Imbasnya, EURJPY bisa bergerak volatil tergantung bagaimana ekspektasi pasar terhadap kebijakan BoJ berkembang. Jika BoJ menegaskan komitmen untuk melanjutkan pengetatan, yen bisa menguat dan EURJPY turun lebih lanjut. Sebaliknya, jika data menurunkan peluang pengetatan, EURJPY bisa rebound.
Kabar bahwa Presiden ECB Christine Lagarde berencana mundur sebelum Oktober 2027 menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan di zona euro. Menurut Cetro Trading Insight, berita ini bisa memicu volatilitas pada EURJPY melalui perubahan sentimen risiko dan arah EUR.
Di sisi data, CPI Jepang yang akan dirilis Jumat menjadi fokus jangka pendek bagi BoJ, sementara PMI prelini Jerman dan Eurozone memberi gambaran kesehatan sektor manufaktur dan ekonomi kawasan tersebut.
Secara keseluruhan, kombinasi ekspektasi BoJ terhadap pengetatan dan ketidakpastian kebijakan ECB memicu volatilitas pada EURJPY. Investor disarankan memantau sinyal fundamental dan teknikal secara cermat serta menjaga risiko dengan rencana entry, take profit, dan stop loss yang memenuhi rasio minimal 1:1.5.