Dolar Mengalami Konsolidasi Setelah Rally, FOMC Minutes dan Geopolitik Tetap Menentukan Arah USD

Dolar Mengalami Konsolidasi Setelah Rally, FOMC Minutes dan Geopolitik Tetap Menentukan Arah USD

trading sekarang

Indeks dolar AS (DXY) bergerak dalam fase konsolidasi setelah rally kemarin yang membawa nilainya mendekati level tertinggi dalam satu minggu. Pergerakan tersebut ditandai dengan volatilitas yang lebih rendah dan fokus pelaku pasar pada level teknis kunci. Secara umum, DXY diperdagangkan sekitar 97.70, hampir tidak berubah sepanjang hari.

Minut rapat Januari FOMC menunjukkan pembagian pendapat di antara pejabat mengenai kebutuhan dan waktu pemangkasan lanjutan. Beberapa anggota menilai pemangkasan bisa diperlukan jika inflasi turun seperti yang diharapkan, sedangkan yang lain memperingatkan bahwa pelonggaran terlalu dini bisa mengorbankan target inflasi 2%. Ketidakpastian ini menahan ekspektasi pelonggaran agresif yang semula meningkat.

Di tengah risiko geopolitik yang tetap relevan, dolar menguat karena sifatnya sebagai aset aman. Laporan bahwa militer AS siap melakukan serangan terhadap Iran dapat mempertahankan permintaan terhadap USD meski sentimen risiko mencoba membaik. Sementara itu, tetap ada spekulasi tentang dua pemotongan suku bunga di 2026, namun data inflasi yang lebih lemah baru-baru ini menahan langkah besar bagi dolar dan mengarahkan perhatian pada rilis PCE yang akan datang.

Ringkasan dari Minutes FOMC menegaskan bahwa kebijakan mendatang akan sangat bergantung pada dinamika inflasi dan pertumbuhan. Pembuat kebijakan tampak terbagi antara pandangan yang lebih dovish dan yang lebih berhati-hati, sehingga tidak ada konsensus jelas tentang jalur pemangkasan lanjutan. Kondisi ini menahan momentum dolar meski data pekerjaan terakhir kuat secara historis.

Respons pasar terhadap pesan ini terlihat dalam harga yang tidak lagi menempatkan ekspektasi pelonggaran agresif sebagai jalan utama. Skenario dua potongan kebijakan pada 2026 tetap ada dalam narasi pasar, meskipun inflasi yang lebih tenang mengurangi dorongan untuk pelonggaran cepat. Secara umum, USD tetap didorong oleh ketidakpastian kebijakan dan perbedaan pandangan di kalangan policymaker.

Fokus utama beralih pada rilis PCE Price Index, yang dirilis setiap bulannya dan dianggap sebagai ukuran inflasi inti yang paling relevan bagi jalur kebijakan. Investor menilai bagaimana angka tersebut menimbang prospek kebijakan moneter selanjutnya. Cetro Trading Insight mengamati bahwa reaksi pasar akan sangat bergantung pada seberapa tajam penyimpangan dari ekspektasi analis terhadap inflasi inti.

Risiko geopolitik dan outlook USD

Dinamika risiko geopolitik tetap menjadi backdrop bagi pergerakan dolar. Ketidakpastian politik dan potensi tindakan militer menjaga dolar sebagai aset lindung nilai di tengah arus risiko global yang berubah-ubah. Meskipun ada peluang perbaikan sentimen, investor tetap berhati-hati menimbang data ekonomi domestik AS terhadap arah kebijakan FOMC selanjutnya.

Secara teknikal, pergerakan sekitar level 97.70 menjadi fokus untuk melihat resolusi pasar dalam beberapa hari ke depan. Pasar akan menilai apakah aksi harga akan menembus level tersebut ke arah mana, mengingat probabilitas volatilitas yang lebih tinggi jika rilis data inflasi menunjukkan kejutan. Risiko geopolitik dapat memmengintensifkan aksi di pasar dolar jika ketidakpastian meningkat.

Melihat ke depan, fokus utama pasar berada pada data PCE dan pernyataan pejabat kebijakan. Hasil rilis tersebut akan memandu rencana para trader terkait langkah trading jangka pendek. Cetro Trading Insight menilai volatilitas kemungkinan tetap tinggi, sehingga manajemen risiko menjadi kunci untuk strategi investor yang berfokus pada mata uang dolar.

broker terbaik indonesia