
Data Gross Domestic Product Q1 Australia menunjukkan pertumbuhan 0.3% secara kuartalan, turun dari ekspektasi pasar. Angka ini juga mengubah pijakan pertumbuhan tahunan menjadi 2.5%, menandai pelambatan dibanding periode sebelumnya. Kebijakan moneter RBA tetap menahan jalur kenaikan dan menahan peluang pemangkasan sambil membuka pintu bagi kemungkinan kenaikan jika inflasi tetap berada di atas target.
Inflasi di sekitar level tertinggi dalam kisaran target memberi alasan bagi RBA untuk menjaga sikap hawkish di muka data yang lemah. Bank sentral menegaskan bahwa kebijakan kenaikan tetap relevan selama tekanan inflasi kuat, meskipun pertumbuhan melambat. Ketidaksesuaian antara pesan kebijakan dan data ekonomi menambah keraguan di pasar terhadap arah kebijakan jangka pendek.
Ketika pertumbuhan melambat, pasar menimbang kemungkinan penyesuaian kebijakan di masa depan sambil mengamati data selanjutnya. Kondisi ini menciptakan lingkungan bagi AUD untuk bersikap defensif hingga ada kejutan dari data eksternal atau pernyataan kebijakan yang lebih jelas.
April memperlihatkan surplus perdagangan secara umum, dengan ekspor naik sekitar 7.2% secara bulanan. Di balik angka surplus, impor relatif datar, naik sekitar 0.8% setelah lonjakan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan surplus lebih banyak didorong oleh permintaan impor yang lemah daripada peningkatan volume ekspor.
Surplus yang didorong oleh pelemahan impor mencerminkan pelemahan permintaan domestik, bukan kekuatan domestik yang tiba-tiba. Data ini menambah konteks pada argumen bahwa domestik demand sedang mengalami pelemahan, meski ekspor bisa tetap jadi pendorong utama pada beberapa segmen. Gambaran ini menegaskan kisaran tegas bahwa pertumbuhan melambat.
Secara teknikal, AUD diperdagangkan mendekati area penting dengan 50-day EMA berada di dekat level dukungan sekitar 0.7100 dan resistance di sekitar 0.7150. Struktur pasar menunjukkan kombinasi rangebound dan potensi breakout jika data NFP mengubah dinamika pasar. Pasar tetap menunggu katalis eksternal untuk menentukan arah jangka pendek.
Rangkaian moving averages menunjukkan tren jangka panjang AUD masih naik, dengan EMA 200 berada sekitar 0.6900 meski momentum jangka pendek sedang menyusut. Momen jangka pendek terlihat melemah, namun tren utama tetap bullish dalam kerangka menengah. Indikator teknikal menegaskan konteks, dengan fokus pada level-level kunci harga.
Indikator seperti Stochastic RSI cenderung mendekati wilayah oversold, menandakan momentum jangka pendek bisa membaik jika ada kejutan positif. Pergerakan harga cenderung tetap berada dalam koridor range, menunggu katalis dari data ekonomi maupun kebijakan sentral untuk memicu pergerakan yang lebih jelas.
Faktor eksternal seperti pernyataan Fed yang lebih hawkish menambah tekanan pada dolar AS dan membatasi rebound AUD. Skenario utama mengindikasikan peluang terjadinya pemampatan harga ke sisi atas bila NFP mengecekan arah, asalkan inflasi di AS tetap tertahan, sementara keputusan RBA bisa mengubah arah jika data domestik berubah. Secara umum, bias pasar cenderung netral hingga sedikit lemah dengan potensi squeeze higher jika NFP lemah dan dolar tetap didorong kebijakan AS.