AUDUSD Rebound Dipicu Prospek RBA dan CPI AS: Analisis Pasar Forex oleh Cetro Trading Insight

AUDUSD Rebound Dipicu Prospek RBA dan CPI AS: Analisis Pasar Forex oleh Cetro Trading Insight

trading sekarang

AUDUSD mengalami penguatan pada hari Jumat seiring sentimen hati-hati terkait prospek kebijakan Reserve Bank of Australia. Pasar memperhatikan sinyal dari pejabat bank sentral bahwa pengetatan bisa berlanjut jika inflasi tetap berada di atas target dan tenaga kerja tetap kuat. Meskipun ada retracement sebelumnya, pergerakan AUD/USD dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan global dan dinamika pasar keuangan.

Assistant Governor RBA, Sarah Hunter, menyatakan bahwa pasar tenaga kerja diperkirakan tetap ketat dan inflasi akan bertahan di atas target untuk beberapa waktu. Ia menekankan pentingnya memantau kapasitas ekonomi dan tenaga kerja untuk menilai tekanan inflasi. Komentar tersebut menambah nada kebijakan yang berbasis data dan mendorong revisi proyeksi jika kondisi berubah.

Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa dewan siap menaikkan suku bunga jika inflasi tetap persisten, sambil menekankan bahwa kebijakan akan bergantung pada data. Ia menegaskan bahwa keputusan kebijakan akan direvisi secara berkala sesuai dengan perkembangan inflasi. Selain itu, analisis ini disusun oleh Cetro Trading Insight, media keuangan yang mengulas dinamika pasar secara independen, sambil mencatat bahwa ekspektasi inflasi konsumen naik menjadi 5,0 persen di Februari, mendukung langkah menaikkan target kas menjadi 3,85 persen.

Pelaku pasar menanti rilis CPI Januari AS dengan fokus pada arah inflasi headline yang diperkirakan turun menjadi 2,5 persen dan inflasi inti juga diperkirakan menurun menjadi 2,5 persen. Proyeksi ini menunjukan ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter, meskipun volatilitas tetap tinggi karena faktor-faktor eksternal. Secara umum, AUDUSD juga tetap sensitif terhadap dinamika data AS.

Pasar memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga Fed pada tahun ini, dengan pemotongan pertama diyakini terjadi pada paruh kedua setelah data pekerjaan Januari yang lebih kuat. Ramalan ini meningkatkan dukungan terhadap aset berisiko dalam jangka pendek dan memberi gambaran arus modal global.

Namun, ketidakpastian terkait perubahan pada neraca Fed menjelang masa kepemimpinan Kevin Warsh yang diproyeksikan mulai Mei tetap ada. Warsh sebelumnya menentang pembelian aset namun baru-baru ini menunjukkan kesediaan untuk berkoordinasi dengan Departemen Keuangan untuk membantu meredam imbal hasil. Kondisi ini menambah dinamika kebijakan moneter global dan berpotensi memicu pergerakan volatil pada pasar FX.

Dari sisi teknikal, AUDUSD berpotensi melanjutkan tren naik jika data CPI AS yang lebih lemah dari ekspektasi dan jika siklus kebijakan dinilai tetap dovish. Tetapi risiko tetap ada karena tekanan inflasi domestik dan kehati-hatian pasar terhadap langkah RBA. Trader perlu mengamati tanda-tanda likuiditas dan volatilitas yang dapat meningkat menjelang acara data penting.

Dalam kerangka fundamental, dinamika inflasi domestik di Australia dan arahan kebijakan RBA menjadi faktor utama penentu arah pasangan mata uang. Perhatikan perubahan ekspektasi pasar terkait suku bunga dan pertumbuhan ekonomi Australia, karena perubahan ini bisa memicu pergeseran sentimen investor. Gabungan faktor-faktor ini kemungkinan akan menuntun pergerakan AUDUSD dalam beberapa sesi mendatang.

Karena laporan ini tidak menyajikan harga pembuka, target profit, maupun stop loss yang spesifik, maka sinyal trading saat ini adalah tidak ada. Sinyal dinyatakan tidak aktif karena tidak ada konfirmasi level harga yang jelas. Jika rilis CPI AS dan keputusan FOMC pada akhirnya menyediakan data yang lebih konsisten, barulah sinyal trading bisa diperdalam dengan rencana masuk yang spesifik dan rasio risiko-imbalan minimal 1:1,5.

broker terbaik indonesia