
Menurut Cetro Trading Insight, dorongan hawkish dari Federal Reserve memperkuat dolar AS. Pasar menilai kebijakan bank sentral akan tetap tegas meski ada risiko geopolitik. Data inflasi inti AS, Core PCE, menjadi fokus karena bisa mengubah ekspektasi kenaikan suku bunga di pasar.
AUD/USD melemah sekitar 0.15% pada Senin, sementara indeks dolar DXY menguat sekitar 0.24%. Pergerakan tersebut menegaskan tekanan jual di pasangan mata uang ini menjelang rilis data ekonomi utama. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pola kebijakan moneter yang lebih agresif oleh para pelaku pasar.
Secara teknikal, bias jangka pendek cenderung bearish. Harga berada di bawah cluster moving average utama sekitar 0.7139, menandakan momentum lemah. Resistance terdekat berada di sekitar 0.7000, dengan zona 0.7140 sebagai batas atas yang lebih kuat.
Investors kini menantikan data ekonomi AS, termasuk Core PCE Price Index dan GDP untuk Q1 2026, serta klaim pengangguran awal. Data tersebut berpotensi mengubah arah dolar dan memengaruhi AUDUSD. Secara umum, kalender ekonomi minggu ini cukup padat untuk memberikan arah pada pasangan ini.
Di Australia, inflasi dan data pekerjaan akan membentuk ruang bagi RBA untuk menahan langkah kebijakannya. Jika inflasi melampaui ekspektasi dan tingkat pengangguran naik, tekanan terhadap AUD bisa meningkat. Namun, rilaks data yang lebih lemah dapat meredakan kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter Australia.
Rencana perdagangan yang disarankan adalah posisi jual AUDUSD dengan open 0.6998. Target take profit ditetapkan di 0.6810 dan stop loss di 0.7120 untuk menjaga risiko. Rasio risiko-imbalan pada skenario ini diperkirakan mendekati 1.54, memenuhi kriteria minimal 1:1.5.