AUDUSD terpantau melemah sekitar 1% hingga menyentuh 0.7010. Penjualan risiko-off dari pasar membantu dolar AS menguat dan menekan pasangan mata uang berisiko seperti AUDUSD. Dalam konteks data ekonomi, Q4 GDP Australia menunjukkan pertumbuhan 0.8% QoQ, dengan laju tahunan mencapai 2.6% yang tercepat sejak 2023, meskipun investor menimbang dampak lonjakan harga minyak pada prospek inflasi.
RBA menaikkan suku bunga menjadi 3.85% pada Februari, dan pernyataan bahwa rapat 16-17 Maret masih "live" untuk langkah berikutnya menambah nuansa hawkish. Pasar menilai peluang kenaikan pada Maret sekitar 30%, sementara proyeksi Mei masih mencerminkan peluang menuju 4.10%. Lonjakan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz dan ketegangan di Iran menambah risiko inflasi domestik Australia.
Secara teknikal, AUDUSD diperdagangkan di sekitar 0.7009 dan menunjukkan bias jangka pendek yang relatif bullish karena harga berada di atas EMA 50 dan EMA 200 yang naik. Stochastic mundur dari wilayah overbought ke kisaran menengah, menandakan momentum kenaikan masih ada namun tidak menguat secara agresif. Support kunci terlihat di sekitar 0.6960, dengan potensi lanjut ke 0.6920 dan 0.6890 jika tekanan turun berlanjut.
Di balik pergerakan mata uang, fokus utama tetap pada kebijakan moneter Australia dan dinamika energi global. Permintaan minyak yang meningkat akibat situasi di Strait of Hormuz menambah tekanan harga serta berpotensi menambah inflasi domestik, faktor yang dipertimbangkan RBA dalam kalkulasi kebijakan. Meskipun data Q4 GDP menunjukkan momentum positif, pasar tetap menimbang risiko eksternal yang bisa menyalakan kembali tekanan pada AUD.
Di sisi dolar AS, pejabat Fed terus membahas kemungkinan pengetatan jika inflasi tetap di atas target, meski rencana pemangkasan suku bunga masih menjadi bagian dari diskusi. Ketegangan geopolitik menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset safe-haven, sehingga AUD menghadapi tekanan lebih lanjut saat sentimen global berubah. Data pekerjaan AS yang akan datang menjadi penentu utama arah dolar dan volatilitas pasar FX secara luas.
Penutupan pasar global menunjukkan risiko tetap tinggi bagi AUD. Pergerakan harga dipengaruhi aliran modal dan dinamika energi yang sensitif terhadap berita geopolitik, sehingga trader perlu memperhatikan level kunci sebagai panduan risiko. Konten ini disusun untuk pembaca Cetro Trading Insight.
Dalam grafik harian, AUDUSD berada di sekitar 0.7009. Bias jangka pendek terlihat mildly bullish karena harga berada di atas moving average 50-hari dan 200-hari yang bergerak naik, menjaga tren kenaikan tetap hidup meski ada koreksi. Arah teknikal ini memacu kebutuhan konfirmasi melalui penutupan harian di atas level 0.7120 untuk menguatkan bobot bullish.
Indikator Stochastic turun dari wilayah jenuh beli ke kisaran menengah, menandakan momentum kenaikan mulai melemah tanpa perubahan arah tren. Support awal berada di 0.6960, sejajar dengan EMA 50, yang jika ditembus bisa membawa AUD ke 0.6920 dan kemudian 0.6890. Di sisi atas, resistensi sekitar 0.7045 dan 0.7085 menanti konfirmasi pergerakan lebih lanjut.
Penutupan harian di atas 0.7120 akan menjadi sinyal teknikal kuat untuk kelanjutan tren kenaikan, sementara penutupan di bawah 0.6960 dapat menambah tekanan jual. Perkembangan ini sejalan dengan kisaran volatilitas sekitar 150 pip yang membatasi pergerakan sejak Februari, sehingga breakout menjadi kunci. Konten ini disampaikan oleh Cetro Trading Insight.