Bank Jago Tbk (ARTO) Laba Bersih 1H-2026 Rp189 Miliar, Pertumbuhan 49% Berkat Inovasi Fintech dan Ekosistem Digital

Bank Jago Tbk (ARTO) Laba Bersih 1H-2026 Rp189 Miliar, Pertumbuhan 49% Berkat Inovasi Fintech dan Ekosistem Digital

trading sekarang

Cetro Trading Insight mencermati transformasi Bank Jago sebagai banco berbasis teknologi yang terus mendorong inovasi untuk memperkuat posisinya di pasar perbankan digital. Era baru layanan keuangan digital memperlihatkan bagaimana bank ini menggabungkan kenyamanan nasabah dengan tata kelola risiko yang ketat.

Bank Jago melaporkan laba bersih sebesar Rp189 miliar hingga semester I-2026, tumbuh 49 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba didorong oleh konsistensi peluncuran inovasi finansial digital dan sinergi dengan ekosistem strategis di sekitarnya. Pencapaian ini juga dipentaskan melalui peningkatan basis nasabah yang signifikan dan kualitas layanan yang lebih relevan bagi berbagai segmen.

Hingga Juni 2026, basis nasabah Bank Jago mencapai 20,1 juta pengguna, dengan 14,7 juta nasabah simpanan aktif menggunakan Aplikasi Jago. Penambahan sekitar 3 juta nasabah dibanding paruh pertama 2025 memperkuat posisinya sebagai bank digital dengan jangkauan luas. Laju intermediasi tampak kuat ditopang oleh pertumbuhan DPK sebesar 23 persen menjadi Rp27,6 triliun, didominasi CASA sebesar 53 persen.

IndikatorNilai
Laba Bersih 1H-2026Rp189 miliar
Pertumbuhan laba (YoY)49%
Aset (Juni 2026)Rp41,4 triliun
CAR28,4%
DPK CASA53% (Rp14,6 triliun)

Di sisi kredit, penyaluran meningkat 24 persen menjadi Rp26,6 triliun pada akhir semester I-2026, selaras dengan kebijakan kehati-hatian yang menjaga rasio NPL gross tetap rendah di 0,8 persen, di bawah rata-rata industri nasional. Penguatan aset dan likuiditas didorong oleh kolaborasi dengan ekosistem Bibit dan Stockbit yang mempercepat transaksi investasi bagi nasabah.

Analisis yang dirangkum Cetro Trading Insight menekankan bahwa ekosistem Bibit dan Stockbit telah menjadi pilar utama transformasi investasi bagi nasabah Bank Jago. Saat ini lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago telah terintegrasi dengan platform Bibit dan Stockbit, mempermudah akses investasi langsung dan edukasi pasar bagi pengguna ritel.

Strategi ekspansi juga didorong oleh kemitraan penyaluran kredit dengan platform digital serta perusahaan pembiayaan seperti BFI Finance. Model kerjasama ini memungkinkan penyaluran kredit yang lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan, mendukung pertumbuhan portofolio sambil menjaga kualitas aset tetap terjaga.

Dalam upaya menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, Bank Jago menekankan tata kelola yang baik dan pembiayaan yang bertanggung jawab. Rasio kecukupan modal (CAR) yang kuat sebesar 28,4 persen menjadi fondasi ekspansi, sejalan dengan fokus pada penguatan ekosistem nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan lain untuk tumbuh bersama melalui inovasi.

banner footer