
Dolar AS memantulkan pelemahan sebelumnya dan mendekati tertinggi sesi di sekitar 101,20. Permintaan terhadap aset pelindung nilai meningkat karena meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah dan lonjakan harga minyak, sehingga tekanan pada dolar tetap terjaga. Kondisi ini menambah kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan global dan potensi perlambatan aktivitas ekonomi secara global.
Gerak harga terakhir memperlihatkan potensi pembentukan formasi bullish flag. DXY tetap bertahan di atas 101,00, mengonsolidasikan kenaikan setelah dorongan beli dalam beberapa sesi. Indikator teknikal mendukung skenario positif: RSI 4 jam menembus di atas 60 dan MACD berada di wilayah positif.
Level resistance yang dekat berada di sekitar 101,30, sementara rekor tertinggi tahunan berada di kisaran 101,75. Pembentukan bullish flag memberi target sekitar 102,50 jika momentum berlanjut. Namun, downside tetap terbatas selama harga tetap di atas 101,00 dan pola tetap valid.
Analisis teknis menunjukkan momentum yang kuat pada dolar AS. RSI pada kerangka 4 jam berada di atas 60, menegaskan momentum bullish. MACD juga berada di zona positif, menunjukkan inisiatif pembeli yang berkelanjutan. Harga saat ini berada dekat tepi atas kanal penurunan sejak Juni, menambah bobot pada gambaran teknikal yang optimis.
Pola bullish flag memiliki target sekitar 102,50, menambah jalan menuju resistance lebih tinggi. Support utama berada di sekitar 101,00; jika harga menembus bawah level itu, fokus beralih ke 100,90 dan 100,65 sebagai zona pelemahan. Rasio risiko-imbalan menurut skema saat ini cukup menarik untuk target jangka pendek, selama status trend tetap intact.
Sinyal perdagangan berdasarkan analisis ini adalah buy dengan open sekitar 101,20, take profit 102,50, dan stop loss 101,00. Rasio risiko-keuntungan diperkirakan lebih dari 1:1,5 jika pola bullish flag masih terpenuhi. Rincian ini disusun oleh Cetro Trading Insight, media analisis pasar kami.