
Bank Jatim membuat langkah positif yang bakal dinanti para investor: pembagian dividen tunai kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,18 miliar, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembalian modal kepada pemegang saham. Langkah ini juga memberi sinyal kesehatan keuangan bank daerah Jawa Timur, sebuah kabar yang patut dicermati oleh para investor di pasar modal Indonesia, terutama melalui pembahasan di Cetro Trading Insight.
Dividen per saham sebesar Rp56,62, setara dengan laba bersih per saham tahun buku 2025 sebesar Rp102,9. Porsi 55 persen dari laba bersih per saham tersebut dialokasikan sebagai dividen, menegaskan kebijakan pembagian keuntungan yang konsisten di kalangan bank daerah di masa pemulihan ekonomi. Kebijakan ini memberikan gambaran positif terkait arus kas dan profil risiko bagi investor yang menimbang pendapatan tetap.
Sementara itu sisa laba bersih sebanyak 45 persen atau Rp695,5 miliar ditetapkan sebagai dana cadangan umum. Hingga 31 Desember 2025, posisi saldo laba Bank Jatim tercatat Rp8,47 triliun, indikator kesehatan neraca yang menjadi pendukung stabilitas pembayaran dividen di masa mendatang. Dalam laporan keuangan, Bank Jatim juga menampilkan likuiditas yang memadai untuk menjaga kelangsungan operasional dan layanan nasabah.
Selain dividen tunai, Bank Jatim menetapkan bonus pegawai dan tantiem dengan total nilai Rp386,4 miliar. Rinciannya, 85,5 persen akan disalurkan sebagai bonus pegawai sebesar Rp330,4 miliar dan sisanya 14,5 persen atau sekitar Rp56 miliar dialokasikan untuk Direksi dan Dewan Komisaris. Kebijakan kompensasi ini mencerminkan upaya perusahaan menjaga motivasi karyawan sambil menjaga tata kelola perusahaan.
Sebagai catatan pasar, saham BJTM ditutup menguat 1,7 persen ke Rp605 pada sesi perdagangan terakhir. Pergerakan harga ini menambah daya tarik terhadap saham bank daerah sebagai instrumen pendapatan dan pertumbuhan nilai modal. Investor perlu memantau bagaimana pembayaran dividen mempengaruhi perilaku harga di dekat tanggal ex dividen.
Yield dividen Bank Jatim sebesar 9,36 persen menjadi salah satu magnet bagi investor yang mencari pendapatan tetap melalui saham bank. Dengan basis laba bersih yang kuat dan cadangan memadai, dividen ini menambah peluang bagi portofolio pendapatan jangka menengah.
Bank Jatim telah menetapkan jadwal penyaluran dividen yang meliputi cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 18 Mei 2026 serta ex dividen 19 Mei 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen dijadwalkan pada 20 Mei 2026 dan ex dividen pada 21 Mei 2026. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 4 Juni 2026, memberikan kepastian bagi pemegang saham dalam mengatur strategi pajak dan arus kas.
Kebijakan laba yang tetap selain cadangan umum menunjukkan kesehatan keuangan Bank Jatim serta potensi stabilitas pembayaran dividen di masa depan. Bagi investor, hal ini berarti adanya aliran pendapatan tetap dari pos dividen sambil tetap memperhatikan risiko pasar yang berfluktuasi.
Berikut ringkasan jadwal dividen Bank Jatim:
| Kegiatan | Tanggal |
|---|---|
| Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 18 Mei 2026 |
| Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 19 Mei 2026 |
| Cum Dividen di Pasar Tunai | 20 Mei 2026 |
| Ex Dividen di Pasar Tunai | 21 Mei 2026 |
| Pembayaran Dividen | 4 Juni 2026 |