Banxico merilis risalah rapat Desember yang menegaskan komitmen untuk pendekatan bertahap dalam kebijakan moneter ke depan. Dalam rapat tersebut, suku bunga dipangkas 25 basis poin menjadi 7% dengan pemungutan suara 4 banding 1. Wakil Gubernur Jonathan Heath memilih opsi mempertahankan suku bunga di 7,25%, dengan alasan bahwa konvergensi inflasi menuju target 3% ±1% masih belum pasti dan tren inflasi inti menunjukkan kenaikan. Perbedaan kebijakan antara para gubernur menyoroti kehati-hatian dalam menilai jalur inflasi ke depan.
Majoritas dewan menegaskan keputusan tersebut didasarkan pada peso yang kuat, kinerja ekonomi yang relatif lemah, dan kemajuan terbaru pada inflasi. Namun mereka tetap waspada terhadap tekanan harga akibat pajak baru serta kenaikan tarif impor. Kebijakan tarif 50% pada barang-barang dari China dan negara Asia lain tanpa perjanjian perdagangan dirancang untuk mendorong industri lokal sambil memenuhi tuntutan kebijakan tri-negara Amerika Utara.
Beberapa gubernur menilai bahwa efek inflasi dari tindakan tersebut bersifat sementara, meskipun kehati-hatian tetap diperlukan jika tekanan harga berlanjut dalam jangka panjang. Risalah juga mencatat aktivitas ekonomi tetap lemah di Kuartal IV 2025, dengan PDB mengalami kontraksi 0,29% secara kuartalan pada Kuartal III 2025, menandakan tantangan pertumbuhan yang berlanjut bagi Banco Central.
Tarif 50% atas barang impor dari China dan negara Asia tanpa perjanjian perdagangan diarahkan untuk melindungi industri lokal, meskipun langkah ini menambah biaya bagi perusahaan. Upaya ini sejalan dengan dinamika perdagangan regional dan respons terhadap dorongan kebijakan di Amerika Utara untuk memperkuat hubungan trilateral antara negara-negara tersebut. Dampak terhadap stabilitas harga dan jalur inflasi tetap menjadi fokus pasar.
Para gubernur menilai dampak inflasi sebagai sementara, namun tekanan harga dapat bertahan jika biaya produksi meningkat akibat tarif dan pajak baru. Peningkatan biaya impor berpotensi menyebar ke konsumen melalui harga akhir barang, meskipun tujuan fiskal jangka pendek adalah mengendalikan laju inflasi dengan bantuan langkah-langkah proteksionis. Pasar juga memantau bagaimana langkah tarif ini akan mempengaruhi arus perdagangan dan volatilitas mata uang lokal.
Secara umum, kebijakan tarif dan respons kebijakan moneter yang bertahap mencerminkan keseimbangan antara menjaga stabilitas harga dan mendukung aktivitas ekonomi. Pelaku pasar menilai bahwa kombinasi ini dapat mengurangi risiko lonjakan inflasi dalam beberapa kuartal mendatang sambil memberikan waktu bagi pelaku ekonomi untuk menyesuaikan diri dengan kenyataan baru di lingkungan perdagangan regional.
Ekonomi Meksiko menunjukkan dinamika yang lemah, dengan aktivitas tertahan dan data PDB yang menunjukkan perlambatan. Risiko inflasi tetap relevan karena inflasi inti masih menunjukkan tekanan naik meski beberapa faktor eksternal bergerak menuju stabilitas. Hal ini menegaskan perlunya kebijakan berbasis data yang tetap proporsional untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.
Risalah menyoroti ketidakpastian terkait konvergensi inflasi menuju target 3% ±1%, sehingga jalur kebijakan tetap berada di dekat garis sedang. Ketetapan untuk melanjutkan pendekatan bertahap mencerminkan kehati-hatian terhadap faktor-faktor eksternal seperti tekanan perdagangan dan dinamika biaya impor yang dapat mempengaruhi biaya hidup. Pasar akan memantau rilis data inflasi berikutnya sebagai sinyal arah kebijakan berikutnya.
Sementara itu, posisi Banxico terlihat pro-waspada dengan fokus pada stabilitas harga dan kelangsungan pemulihan pertumbuhan. Sinyal pasar menunjukkan bahwa langkah bertahap diharapkan mengurangi volatilitas sambil membiarkan pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi dan portofolio, khususnya terhadap pasangan perdagangan utama seperti USDMXN.