Rilis data tenaga kerja AS menunjukkan dinamika ekonomi yang beragam. Pertumbuhan lapangan pekerjaan Desember melambat, menambah 50.000 pekerjaan, lebih rendah dari ekspektasi 60.000 dan turun dari 64.000 bulan November. Namun, tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,6%, menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap ketat.
Selain itu, pendapatan rata-rata per jam naik 0,3% secara bulanan, sejalan dengan perkiraan pasar, dan meningkat dari kenaikan 0,1% bulan sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan upah melaju menjadi 3,8% dibanding 3,6% bulan sebelumnya, menambah durasi tekanan inflasi di mata investor.
Secara keseluruhan, data ini menampilkan gambaran kontras: pekerjaan melambat tetapi upah tetap kuat, sentimen konsumen membaik, dan ekspektasi inflasi tetap tinggi. Kombinasi ini menjaga dolar AS tetap didorong dan memperkuat sinyal bahwa The Fed bisa berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.
Rilis data AS memperdalam spekulasi mengenai langkah The Fed. Meskipun pasar masih mempersiapkan dua penurunan suku bunga pada tahun ini, sebagian besar pedagang kini menilai bahwa langkah penurunan tidak akan terjadi pada pertemuan 27-28 Januari, dan prospek pada Maret menjadi lebih tidak pasti.
Menurut CME FedWatch, probabilitas penurunan pada Maret turun menjadi sekitar 29,6% dari 38,6% sehari sebelumnya, mencerminkan perubahan sikap pasar terhadap jeda kebijakan. Pasar juga melihat sinyal The Fed yang lebih hati-hati, menimbang data inflasi dan lapangan kerja.
Di sisi lain, komentar dari pejabat The Fed seperti Neel Kashkari dan Thomas Barkin dinantikan untuk memberi panduan lebih lanjut tentang prospek kebijakan. Susunan pidato mereka bisa menambah arahan bagi para trader mengenai arah koreksi suku bunga dan kesiapan pasar terhadap langkah berikutnya.
Arah dolar terhadap yen menunjukkan dominasi dolar yang berlanjut. USDJPY diperdagangkan mendekati level tertinggi sejak Januari 2025, didorong rilis data AS yang kuat dan pandangan kehati-hatian Fed. Peserta pasar tetap waspada terhadap fluktuasi karena faktor kebijakan moneter yang sedang berjalan.
Strategi trading yang disarankan didasarkan pada peluang buy USDJPY karena dolar AS sedang menguat. Level entry yang disarankan sekitar 158.00, dengan target profit sekitar 160.00 dan stop loss sekitar 157.00, menjaga rasio risiko/imbalan minimal 1:1.5. Penempatan level tersebut sejalan dengan dinamika data dan ekspektasi kebijakan.
Manajemen risiko menjadi kunci karena volatilitas dapat meningkat menjelang rilis komentar pejabat The Fed. Trader dianjurkan untuk memantau perubahan kurva data ekonomi, memperhatikan perubahan ekspektasi inflasi, dan siap menyesuaikan posisi jika jalur kebijakan berubah.