USD tetap berada pada posisi kuat setelah rilis data tenaga kerja AS yang beragam. Sentimen ini didorong oleh kebiasaan data yang menunjukkan daya beli tenaga kerja relatif stabil, meskipun beberapa indikator menunjukkan perlambatan. Pada saat yang sama, penurunan harga minyak dan ketidakpastian kebijakan moneter menambah tekanan bagi CAD, sehingga USD/CAD mendekati level sekitar 1.3900.
Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Desember naik lebih rendah dari ekspektasi, namun tingkat pengangguran turun dan pertumbuhan upah meningkat. Hasil ini menandakan pasar tenaga kerja yang mendingin secara bertahap tetapi tetap bertahan kuat. Secara keseluruhan, data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve cenderung menahan suku bunga pada pertemuan mendatang sambil menimbang jalur pelonggaran di masa depan.
Perbedaan dinamika antara AS dan Kanada, ditambah tekanan harga minyak, terus menjaga bias bullish untuk USD/CAD dalam jangka pendek. Pasar menunggu konfirmasi dari data makro selanjutnya serta isyarat kebijakan moneter di kedua negara. Investor memperhatikan level teknis sekitar 1.3900 sebagai area utama, dengan peluang kenaikan menuju 1.3975 jika momentum tetap positif.
Dukungan bagi USD berasal dari data pasar tenaga kerja AS yang beragam, yang membuat investor menimbang kebijakan The Fed secara hati-hati. Meskipun NFP relatif lemah terhadap proyeksi, penurunan pengangguran dan kenaikan upah memberi sinyal kekuatan lapangan kerja yang berkelanjutan. Ketika para pembuat kebijakan menilai situasi, ekspektasi pasar cenderung menahan diri, sambil mempertimbangkan kemungkinan pelonggaran di masa depan.
Prospek jalur suku bunga Fed tetap menjadi fokus utama, dengan futures yang menunjukkan skenario volatil namun cenderung menunda penurunan hingga data ekonomi lebih jelas. Meskipun ada seruan politik untuk pelonggaran, pasar tetap menimbang sinyal dari data aktual dan pedoman kebijakan The Fed. Secara garis besar, pasar mengasumsikan bahwa Fed akan menahan suku bunga lebih dulu sebelum melangkah ke langkah-langkah pelonggaran bertahap.
Kondisi makro global yang menguntungkan USD dan dinamika suku bunga di kedua negara membentuk konteks bagi pergerakan pasangan utama. Pergerakan saat ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental yang lebih kuat bagi dolar AS dibanding dolar Kanada. Investor tetap waspada terhadap peluang pergeseran sentimen jika data berikutnya mengubah prospek kebijakan moneter.
Harga minyak yang lebih lemah menjadi pendorong utama CAD, karena minyak merupakan salah satu komponen utama ekspor Kanada. Kelemahan minyak mentah menekan pendapatan energi dan daya tarik mata uang Kanada terhadap USD. Di samping itu, kekhawatiran tentang peningkatan pasokan internasional, termasuk potensi ekspor minyak Venezuela, menambah persaingan di pasar minyak mentah.
Di dalam negeri, jelas terlihat laporan pasar tenaga kerja Kanada yang tidak merata. RBC melaporkan kenaikan pekerjaan moderat dan tingkat pengangguran yang lebih tinggi sebagai indikator pemulihan yang bertahap tapi tidak memastikan stabilitas. Dalam konteks itu, kebijakan Bank of Canada tetap di jalur tunggu sambil membahas risiko pertumbuhan jangka pendek.
Sekaligus, secara keseluruhan, perbedaan momentum antara AS dan Kanada serta dinamika minyak menjaga bias bullish untuk USD/CAD dalam beberapa waktu ke depan. Pasar akan terus memantau data makro dan sinyal kebijakan moneter dari kedua ekonomi perbatasan. Dengan risiko minyak yang berlanjut, level kunci seperti sekitar 1.3900 menjadi acuan untuk evaluasi posisi, dengan potensi target menuju 1.3975 jika konfirmasi teknikal mendukung.