BI Ungkap SKDU Q1-2026: Dunia Usaha Tetap Kokoh Didukung Pertanian, Industri Pengolahan, dan Konstruksi

BI Ungkap SKDU Q1-2026: Dunia Usaha Tetap Kokoh Didukung Pertanian, Industri Pengolahan, dan Konstruksi

trading sekarang

Di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, survei Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan kinerja dunia usaha Indonesia tetap kokoh pada triwulan I-2026. Data ini menegaskan bahwa aktivitas ekonomi dalam negeri tidak cepat goyah meski ada penurunan pada kuartal sebelumnya. Karena itu, para pelaku pasar perlu melihat pola konsumsi rumah tangga dan permintaan lokal yang menggeliat menjelang momen-momen libur nasional.

SBT (Saldo Bersih Tertimbang) pada Q1-2026 tercatat sebesar 10,11 persen, menandakan posisi usaha secara umum tetap positif. BI menyoroti bahwa sektor Lapangan Usaha (LU) yang mampu menghela pertumbuhan berasal dari LU Jasa Keuangan, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Industri Pengolahan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta Reparasi Mobil dan Motor. Angka itu mengindikasikan adanya permintaan domestik yang cukup stabil untuk menopang aktivitas bisnis secara luas.

Sebagai gambaran tambahan, kapasitas produksi terpakai di triwulan I-2026 mencapai 73,33 persen, sedikit meningkat dari 73,15 persen pada triwulan IV-2025. Peningkatan ini didorong oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan yang mampu meningkatkan output meski tantangan supply chain tetap ada. Secara umum, responden juga melihat bahwa likuiditas dan rentabilitas membaik dengan akses kredit yang lebih mudah bagi pelaku usaha.

Melihat dinamika menjelang kuartal kedua, survei memperkirakan kinerja usaha tetap positif dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sekitar 14,80 persen. Proyeksi ini menunjukkan adanya momentum yang berkelanjutan meski ada faktor musiman seperti HBKN dan musim panen yang masih berlangsung. Para pelaku pasar di Cetro Trading Insight menilai sinyal ini mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap kebutuhan domestik yang kuat.

Faktor pendorong utama meliputi LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang didorong berkelanjutan oleh musim panen komoditas pangan. Sektor LU Pertambangan dan Penggalian juga mendapat dorongan dari berkurangnya curah hujan sehingga aktivitas tambang meningkat. Sementara itu, LU Konstruksi didorong proyek-proyek infrastruktur yang mulai berjalan, menambah kegiatan investasi dan lapangan kerja.

Dalam konteks likuiditas, responden menilai akses kredit tetap lebih mudah, mendukung kelancaran operasional bagi pelaku usaha. Meski demikian, tantangan eksternal tetap ada, termasuk volatilitas pasar global dan harga input yang berubah-ubah. Secara keseluruhan, gambar prospek Q2-2026 menunjukkan dinamika positif yang sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi yang kondusif.

broker terbaik indonesia