Bank Mandiri berhasil menembus pasar obligasi internasional dengan penerbitan surat utang global senilai 750 juta dolar AS ber tenor 5 tahun, dengan kupon 5,25 persen. Keberhasilan ini mencatat oversubscribe sebesar 3,3 kali, menunjukkan minat investor internasional terhadap prospek bisnis perseroan meskipun dinamika geopolitik global tetap dinamis.
Menurut Ari Rizaldi, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, tingginya minat investor mencerminkan keyakinan terhadap fundamental dan kinerja keuangan perseroan. Langkah ini memperkuat fondasi bisnis BMRI untuk mendorong pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar global, sejalan dengan strategi pengelolaan pendanaan yang disiplin.
Transaksi ini juga menegaskan kemampuan Bank Mandiri menjaga akses pendanaan global serta rekam jejaknya sebagai penerbit aktif di pasar internasional. Dana hasil penawaran akan dialokasikan untuk kepentingan korporasi secara umum guna mendukung ekspansi dan pertumbuhan berkelanjutan. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca Indonesia.
Obligasi ini memperoleh peringkat BBB dari S P Global Ratings dan Fitch Ratings, serta dicatatkan di Singapore Exchange, menambah kredibilitas BMRI di mata investor global dan memperlihatkan kesiapan perseroan dalam memenuhi standar pelaporan lintas negara.
Distribusi alokasi investor menunjukkan profil investor yang beragam: 85 persen ke fund manager dan asset manager, 8 persen ke perbankan, 3 persen lembaga pemerintah/ sovereign wealth funds, 3 persen perusahaan asuransi, dan 1 persen private bank. Secara geografis, 69 persen investor berasal dari Asia, 26 persen dari EMEA, dan 5 persen dari AS offshore.
Transaksi didukung oleh DBS Bank Ltd., HSBC, J P Morgan, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered Bank yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers, menggambarkan jaringan global yang memperkuat akses pendanaan BMRI.