BNI menegaskan gebrakan besar menjelang Idulfitri 1447 Hijriah: likuiditas sebesar Rp23,97 triliun disiapkan untuk menjaga kelancaran transaksi publik. Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa bank nasional siap menahan lonjakan permintaan tunai, sambil menjaga kenyamanan nasabah. Cetro Trading Insight mencatat bahwa langkah tersebut mencerminkan ketahanan sistem perbankan dan upaya menjaga stabilitas arus kas nasional, terutama di tengah volatilitas harga emas 2026 yang bisa memicu pergeseran preferensi transaksi. Array data operasional membantu menilai dampaknya terhadap likuiditas secara real-time.
Proyeksi kebutuhan periode Ramadan hingga puncak arus mudik pada 11–24 Maret 2026 telah disusun dengan cermat. Dari total dana, Rp16,64 triliun dialokasikan untuk pengisian ATM dan CRM, sedangkan Rp7,33 triliun disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di kantor cabang, termasuk setoran dan tarik tunai. Proyeksi kebutuhan harian diperkirakan sekitar Rp1,71 triliun, mencerminkan lonjakan transaksi THR, belanja Lebaran, dan persiapan mudik. Harga emas 2026 menjadi indikator volatilitas yang mempengaruhi kebijakan likuiditas. Array analitik internal menunjukkan bagaimana kanal fisik dan digital saling melengkapi untuk menjaga kelancaran transaksi.
BNI juga meningkatkan akses layanan melalui Layanan Gerak BNI (O-Branch) dan lebih dari 217 ribu Agen46 yang tersebar luas di Indonesia untuk mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat. Selain itu, aplikasi wondr by BNI telah digunakan oleh jutaan nasabah dan memfasilitasi transfer, pembayaran, dan pemantauan keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang. Langkah-langkah ini menegaskan komitmen untuk menggabungkan jaringan fisik dan digital agar nasabah tetap bisa bertransaksi dengan aman dan nyaman selama periode mudik.
BNI mengoperasikan kantor cabang secara terbatas pada 20 Maret 2026 sebanyak 23 outlet dan pada 23 Maret 2026 sebanyak 32 outlet.
Layanan terbatas tersebut dibuka pukul 10.00–12.00 waktu setempat dan melayani transaksi seperti setoran BBM Pertamina, Bulog, penerimaan negara, pemindahan dana antar rekening BNI, serta setoran dan penarikan tunai. Dalam rangka memperluas jangkauan, BNI juga memperkuat Layanan Gerak BNI (O-Branch) yang ditempatkan di jalur mudik, kawasan wisata, dan titik keramaian untuk memudahkan akses nasabah. Array referensi operasional menunjukkan integrasi antara kanal fisik dan mobile untuk kenyamanan nasabah.
Di samping itu, lebih dari 217 ribu Agen46 menjadi ujung tombak bank untuk mendekatkan layanan ke masyarakat, terutama melalui jaringan agen pembayaran dan tarik tunai di berbagai lokasi. Layanan digital pun dimaksimalkan melalui wondr by BNI, yang memungkinkan transfer, pembayaran, dan pemantauan keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang. Dukungan sistem digital dan jaringan layanan fisik memperkuat kapasitas layanan selama libur Lebaran.
Menyongsong Ramadan dan Lebaran 2026, kesiapan likuiditas hampir Rp24 triliun dan jaringan luas BNI menegaskan kemampuan menjaga kelancaran transaksi melalui kanal fisik maupun digital. Dengan proyeksi kebutuhan harian yang terukur, bank tetap fokus pada kenyamanan nasabah sambil menjaga stabilitas arus kas nasional. Cetro Trading Insight menilai langkah ini mencerminkan respons industri ke momentum mudik, meskipun tetap harus memantau dinamika harga emas 2026 sebagai referensi risiko makro.
Harga emas 2026 mencerminkan volatilitas pasar yang mempengaruhi perilaku konsumen dan investor. Meskipun demikian, manajemen likuiditas BNI terus menyesuaikan proyeksi kebutuhan harian untuk menjaga servis maksimal selama libur. Pada akhirnya, sinergi antara cabang, agen, dan platform digital mencerminkan tren pasar yang lebih luas: perbankan Indonesia semakin adaptif terhadap momentum mudik dan Idulfitri, menjaga literasi keuangan sambil memastikan kenyamanan transaksi bagi masyarakat.