Analis internasional menilai OPEC+ kemungkinan menaikkan produksi minyak secara moderat mulai April. Menurut Carsten Fritsch dari Commerzbank, delapan anggota dengan pembatasan produksi sukarela berpotensi menyesuaikan kuota secara terbatas. Ia juga menyoroti bahwa Rusia sedang berproduksi di bawah target, sementara Kazakhstan mengalami kendala operasional, sehingga peningkatan kuota yang kecil tidak akan memberikan tekanan besar pada harga minyak.
Pasokan marginal yang lebih tinggi datang ketika pasar minyak tidak lagi terlalu oversupplied seperti pada awal tahun. Banyak kelebihan pasokan tersisa karena sanksi dan penyimpanan di tankers di laut, sehingga dampaknya terhadap harga cenderung terbatas untuk saat ini.
Faktor lain yang mempengaruhi prospek adalah gangguan pasokan yang terjadi, terutama di Kazakhstan. OPEC+ sedang menimbang opsi perluasan produksi secara bertahap, meskipun realisasinya tidak pasti karena Rusia telah menghasilkan jauh di bawah kesepakatan. Karena itu, pengumuman kenaikan kecil tidak diharapkan menekan harga minyak dalam waktu dekat.
Analisa menunjukkan bahwa delapan negara anggota OPEC+ dengan pembatasan produksi secara sukarela akan memutuskan arah kebijakan pada akhir pekan ini. Sinyal dari beberapa sumber menunjukkan adanya potensi kenaikan kuota sekitar 137.000 barel per hari, meskipun langkah tersebut tidak berarti pasokan akan membeludak.
Pasar juga menimbang dinamika geopolitik, karena sebagian kelebihan pasokan sulit dijual akibat sanksi dan sedang disimpan di kapal. Disrupsi pasokan yang terjadi di beberapa negara, termasuk Kazakhstan, turut mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap tata kelola produksi global.
Ketidakpastian utama tetap pada konflik antara AS dan Iran, yang dapat memicu gangguan pasokan lebih lanjut. Meskipun pembicaraan terakhir belum mencapai terobosan, para mediator termasuk Oman dan Iran menunjukkan penilaian positif. Ronde pembicaraan berikutnya dijadwalkan minggu depan, menambah volatilitas jangka pendek pada harga minyak.