BNP Paribas: Ekonomi AS Diprediksi Tumbuh 2026, Fed Tetap Dua Arah; EURUSD Diproyeksikan Naik

BNP Paribas: Ekonomi AS Diprediksi Tumbuh 2026, Fed Tetap Dua Arah; EURUSD Diproyeksikan Naik

trading sekarang

BNP Paribas memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh di atas potensi pada 2026, dengan PDB sekitar 2,4%. Mereka juga memperkirakan inflasi melampaui target pada sekitar 3,5%. Dalam laporan ini, para ekonom menilai Fed Funds target range tetap di 3,5%–3,75% seiring FOMC mengadopsi pandangan dua arah mengenai kebijakan moneter. Laporan ini dirangkum oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca Indonesia di pasar global.

Gagasan dua arah ini mencerminkan kesiapan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga sesuai data. Artinya, kebijakan ini tidak cenderung simpatik pada satu arah saja, sehingga para pelaku pasar perlu mengamati indikator inflasi dan pertumbuhan dengan saksama. Keputusan FOMC diprediksi lebih fokus pada respons terhadap data kejadian ekonomi ketimbang mengunci kepada satu skenario tunggal.

Secara garis besar, skenario dasar menilai normalisasi bertahap situasi global, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan tekanan harga yang berlanjut. Hal itu berpotensi mendorong pelemahan USD terhadap mata uang utama lain secara bertahap. Dengan diversifikasi pasar yang meningkat, dolar dipandang menumbuhkan jalur yang lebih stabil menuju 2026.

Analisis menempatkan EUR/USD pada level 1,21 pada Q4 2026 dan 1,25 pada Q4 2027. Angka ini mencerminkan perbaikan posisi euro seiring pemulihan kebijakan moneter zona euro dan penyesuaian terhadap dinamika AS. Proyeksi seperti ini didasarkan pada asumsi normalisasi kebijakan moneter global dan stabilitas harga yang berkelanjutan.

Kedepannya, USD/JPY diperkirakan berada sekitar 160 pada akhir 2026, sedangkan GBP/USD diperkirakan mencapai sekitar 1,35 pada akhir 2026 dan 2027. Gambaran ini menunjukkan yen dan pound cenderung berkonsolidasi terhadap dolar meskipun volatilitas bisa muncul akibat pergerakan data ekonomi. Para pelaku pasar disarankan memantau rilis data inflasi dan pernyataan bank sentral untuk mengantisipasi perubahan arus moda.

Secara umum, narasi bahwa dolar akan melemah terhadap euro beriringan dengan diversifikasi global menambah peluang bagi investor untuk memperhatikan strategi hedging. Sinyal utama berasal dari dinamika kebijakan moneter di AS dan zona euro, serta faktor geopolitik yang dapat mempercepat atau memperlambat tren pergerakan mata uang utama.

Implikasi Strategi Pasar dan Investor

Para investor perlu memantau komunikasi bank sentral serta data inflasi untuk memahami arah kebijakan ke depan. Implikasi dari ekspektasi pertumbuhan AS dan dua arah kebijakan FOMC adalah potensi pergeseran alokasi aset di portofolio global. Dalam konteks ini, diversifikasi antar mata uang menjadi pendekatan yang relevan untuk menjaga keseimbangan risiko.

Gambaran ini juga menyoroti pentingnya menjaga eksposur terhadap risiko nilai tukar melalui hedging serta evaluasi terhadap posisi dolar dalam portofolio. Pelaku pasar sebaiknya menilai likuiditas, korelasi antar aset, dan potensi volatilitas yang lebih tinggi pada momen data ekonomi utama. Keputusan investasi tetap perlu berlandaskan profil risiko masing-masing investor.

Namun, tanpa harga pasar saat ini, tidak ada rekomendasi entri spesifik untuk pasangan EURUSD atau pasangan lainnya. Pembaca disarankan mengadopsi rencana manajemen risiko dan prinsip diversifikasi untuk mengatasi ketidakpastian pasar. Sepanjang 2026–2027, fokus utama adalah memantau dinamika kebijakan moneter global dan bagaimana faktor geopolitik mempengaruhi arus modal dunia.

banner footer