
KOSPI, indeks acuan pasar saham Korea Selatan, melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah di 8.046,78 pada hari Jumat. Lonjakan ini dipicu oleh rally yang kuat di sektor teknologi dan semikonduktor, yang sebelumnya menjadi motor penggerak utama pasar.
Kinerja AI terkait teknologi membantu mendorong pembelian pada saham-saham berorientasi pertumbuhan, menyumbang pada ekspektasi perbaikan fundamentaly. Pelaku pasar menilai prospek pendapatan perusahaan teknologi dan permintaan chip global.
Namun dorongan tersebut akhirnya berbalik karena aksi ambil keuntungan massal. Indeks sempat melemah setelah saham-saham dengan bobot besar menarik keuntungan, meskipun beberapa segmen tetap meningkatkan volatilitas harga.
Samsung Electronics, perusahaan dengan bobot sekitar 40% di indeks, mengalami penurunan lebih dari 8,5% dalam sesi tersebut.
Penurunan besar pada saham berkapitalisasi tinggi ini menekan arah pergerakan KOSPI meskipun dinamika sektor lain menunjukkan rebound singkat.
Indeks akhirnya menstabil di sekitar 7.500 poin, turun sekitar 6,1% pada hari itu, mencerminkan kekuatan tekanan teknikal dari saham unggulan.
Di pasar luar Korea, sesi AS memperlihatkan nada negatif sejak pembukaan, dengan futures saham AS berada di zona merah, menandai sentimen yang lemah secara umum.
Pergerakan turun dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun, didorong oleh inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, sehingga pasar menimbang risiko kebijakan moneter yang ketat.
Kondisi ini menambah dinamika risiko bagi portofolio global dan menekankan pentingnya kehati-hatian bagi investor, menurut analisis Cetro Trading Insight.