BNP Paribas: Ekonomi AS Tumbuh di Atas Potensi 2026, USD Diperkirakan Melemah terhadap EUR

BNP Paribas: Ekonomi AS Tumbuh di Atas Potensi 2026, USD Diperkirakan Melemah terhadap EUR

trading sekarang

BNP Paribas memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh di atas potensi pada 2026 dengan PDB sekitar 2,4% dan inflasi sebesar 3,8%. Proyeksi ini menandai daya tahan ekonomi meski menghadapi tekanan dari harga energi, ketidakpastian perdagangan, dan guncangan pasokan. Selain itu, peningkatan produktivitas belakangan ini turut memperkuat kapasitas produksi dalam perekonomian utama dunia.

Faktor pendorong utama adalah investasi terkait inovasi AI dan peningkatan konsumsi di kalangan rumah tangga berpendapatan tinggi, yang mendorong efek kekayaan. Hal ini tercermin pada dinamika pasar yang mendukung permintaan domestik meski lingkungan global bergejolak. Dengan demikian, pertumbuhan terlihat tidak merata antara sektor namun basisnya tetap kuat.

BNP Paribas menilai inflasi masih akan overshoot sekitar 3,8% pada 2026 dan berpotensi bertahan hingga 2028 karena harga minyak dan tarif tetap menjadi pendorong utama. Mereka juga memperkirakan respons kebijakan moneter tetap hati-hati namun kesiapan untuk menyesuaikan jalur jika diperlukan tetap ada. Dalam skenario inti, tekanan harga yang terjaga ini mendasari tren kebijakan yang relatif stabil.

Bank memperkirakan Fed Funds target berada di kisaran 3,5%–3,75% dan FOMC cenderung mengadopsi pandangan dua arah, siap menindaklanjuti kenaikan atau penurunan jika diperlukan. Pihak bank menekankan kehati-hatian dalam menilai tekanan inflasi yang bisa berubah kapan saja. Bias kebijakan ini menciptakan ruang bagi langkah-langkah penyesuaian jika diperlukan.

Dalam pandangan FX, BNP Paribas memperkirakan dolar AS melemah secara bertahap terhadap euro. Mereka menilai EURUSD bisa mencapai 1,21 pada kuartal keempat 2026 dan 1,25 pada kuartal keempat 2027. Pergerakan ini mencerminkan diversifikasi portofolio global dan perubahan preferensi investor terhadap aset non-dollar.

Kondisi ini didukung oleh moderasi situasi di Timur Tengah yang diharapkan berlanjut meski tetap ada tekanan harga. Pasar valuta asing diperkirakan akan mengalami volatilitas yang lebih terkoordinasi dibandingkan gejolak sebelumnya. Secara keseluruhan, perubahan aliran modal menuju aset non-dollar diperkirakan berlangsung pelan namun pasti.

Dengan ekspektasi dolar melemah terhadap euro, peluang untuk trader di pasangan EURUSD muncul pada horizon menengah. Investor dapat mempertimbangkan menyusun posisi yang memanfaatkan tren pelemahan dolar sambil memperhatikan risiko. Pemantauan data inflasi dan pernyataan kebijakan akan menjadi kunci bagi penyusunan entry.

Namun, perubahan jalur kebijakan atau gangguan geopolitik bisa merubah arah pergerakan. Investor perlu memahami bahwa kebijakan bank sentral bisa mengubah dinamika likuiditas dan volatilitas. Karena itu, trader harus siap mengelola risiko dengan stop loss dan ukuran posisi yang memadai.

Bagi pelaku ritel, pendekatan berbasis kehati-hatian dan manajemen risiko menjadi kunci. Strategi jangka menengah dapat memanfaatkan tren yang diharapkan, asalkan sasaran keuntungan realistis. Laporan ini dipublikasikan oleh Cetro Trading Insight.

AsumsiNilai
EURUSD target akhir 20261.21
EURUSD target akhir 20271.25
banner footer