BNP Paribas: Pertumbuhan UK Melambat ke 0,7% di 2026, Inflasi Tetap Tinggi, BoE Diperkirakan Teken 50bps

BNP Paribas: Pertumbuhan UK Melambat ke 0,7% di 2026, Inflasi Tetap Tinggi, BoE Diperkirakan Teken 50bps

trading sekarang

Analisis BNP Paribas terkait UK: Pertumbuhan melambat, inflasi tetap tinggi, dan dampak pada GBPUSD

Menurut analisis BNP Paribas yang dirangkum oleh Cetro Trading Insight, pertumbuhan ekonomi UK diproyeksikan melambat menjadi sekitar 0,7% pada 2026, turun dari 1,4% pada 2025. Momentum kuartalan diperkirakan sekitar 0,1%, menunjukkan perlambatan yang konsisten di ujung siklus ekspansi. Kondisi ini muncul meskipun beberapa faktor domestik dan eksternal mencoba menjaga aktivitas tetap berjalan. Hal ini mencerminkan tantangan berkelanjutan yang dihadapi perekonomian nasional di tengah lingkungan global yang volatil.

Inflasi diperkirakan berada di 3,4% secara tahunan sebelum perlahan menurun, namun tetap berada di atas target Bank of England (BoE). Gangguan pasokan dan risiko geopolitik menjadi pendorong utama tekanan harga, sehingga risiko inflasi cenderung bertahan lebih lama dari yang diperkirakan awal. Dalam konteks ini, pasar akan terus memantau dinamika harga dan upaya kebijakan untuk memastikan inflasi kembali ke jalur target seiring waktu.

Gambaran itu memperkuat asumsi bahwa ruang bagi kebijakan moneter akan tetap menjadi fokus utama. BNP Paribas menilai adanya potensi perubahan sikap kebijakan ke arah pengetatan sebesar 50 basis poin pada 2026. Kebijakan yang lebih ketat ini berpotensi mengubah aliran modal dan mempengaruhi dinamika obligasi serta nilai tukar dalam jangka menengah. Secara keseluruhan, prospek pertumbuhan dan inflasi menekankan kehati-hatian bagi pelaku pasar keuangan.

Kebijakan moneter diperkirakan akan menegang 50 basis poin pada 2026, sementara imbal hasil gilts jangka 10 tahun diperkirakan tetap elevated sebelum akhirnya turun ke sekitar 4,30% pada 2027. Peralihan kebijakan yang lebih ketat ini menambah beban biaya pinjaman bagi rumah tangga dan perusahaan, sehingga memengaruhi keputusan investasi serta pembiayaan. Di sisi lain, prospek yields yang tinggi bisa menarik bagi investor yang mencari perlindungan terhadap inflasi maupun diversifikasi portofolio obligasi.

Profil pergerakan imbal hasil menunjukkan bahwa gilts tetap berada pada level tinggi sepanjang 2026, namun ada ekspektasi penurunan supply bersih serta penurunan premi risiko politik yang bisa mendorong penurunan imbal hasil pada 2027. Perubahan kurva imbal hasil ini dapat menjadi indikator transisi kebijakan yang lebih jelas, meskipun jalurnya masih bergantung pada dinamika data inflasi dan kebijakan BoE. Perkiraan ini menempatkan pasar obligasi pada posisi yang lebih rentan terhadap kejutan data ekonomi dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, pernyataan ini juga menyoroti dinamika nilai tukar yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Diperkirakan yen dan GBP akan menunjukkan stabilitas terhadap dolar AS pada 2026, dengan USD/JPY sekitar 160 dan GBP/USD sekitar 1,35 pada kuartal IV 2026 hingga 2027. Stabilitas ini menandakan pasar telah menilai jalur kebijakan yang lebih jelas dan ekspektasi risiko politik yang relatif rendah dalam periode tersebut, meskipun ketidakpastian global tetap ada.

Implikasi Pasar dan Pergerakan Mata Uang

Implikasi ekonomi dari skenario ini menunjukkan bagaimana investor menilai prospek Inggris di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi. Perdagangan aset berisiko akan tetap sensitif terhadap pergerakan imbal hasil gilts dan berita terkait kebijakan BoE. Para pelaku pasar perlu mengikuti dinamika data inflasi, produksi, dan faktor fiskal untuk mengukur arah aliran modal secara tepat.

Para pelaku pasar valuta asing diperkirakan menimbang stabilitas GBP terhadap USD dalam kerangka target yang relatif dekat. Meskipun ada dorongan untuk penguatan akibat kebijakan yang lebih tegas, faktor eksternal seperti harga energi dan permintaan global menambah ketidakpastian. Oleh karena itu, arah GBPUSD dapat mengikuti jalur data ekonomi dan risiko geopolitik yang berkembang secara berkala.

Imbal hasil gilts yang masih tinggi sepanjang 2026 menambah volatilitas pasar obligasi dan mata uang. Analis menilai bahwa penurunan net supply dan penurunan premi risiko politik akan membuka peluang bagi penyesuaian yields ke level sekitar 4,30% pada 2027. Dalam kerangka ini, investor disarankan menyeimbangkan risiko dengan fokus pada data inflasi dan dinamika kebijakan secara berkelanjutan.

banner footer