
GBP/USD menunjukkan pergerakan yang lebih kuat setelah dolar AS melemah akibat sinyal meredanya risiko global. Pergerakan menuju sekitar 1.3470 pada sesi Eropa menggambarkan minat beli yang lebih besar. Laporan dari Cetro Trading Insight menekankan bahwa dinamika teknikal tetap berhadapan dengan ketidakpastian geopolitik yang menyiratkan volatilitas terbatas dalam jangka pendek.
Kebijakan teknikal menunjukkan level support terdekat di sekitar 1.3380 hingga 1.3400, sementara resistance terdekat berada di sekitar 1.3520 hingga 1.3600. Kondisi ini membuat potensi pergerakan sideways dengan bias naik selama data ekonomi tidak mengecewakan. Indikator RSI berada pada level netral dan MACD menunjukkan tidak ada momentum pembalikan kuat saat ini.
Faktor pasar lain yang mempengaruhi arah adalah bagaimana pasar menilai risiko global. Jika tekanan risk-off kembali meningkat, GBP/USD bisa bergerak lebih rendah mendekati 1.3350 sebagai batas bawah. Namun jika pasar mengurangi kepanikan, pasangan ini berpotensi melanjutkan tren kenaikan menuju 1.3600 hingga 1.3650.
| Open | 1.3470 |
|---|---|
| TP | 1.3620 |
| SL | 1.3370 |
Kebijakan BoE menjadi kunci utama bagi arah GBP/USD. Gubernur Bailey menegaskan bahwa belum ada dorongan untuk menaikkan suku bunga karena pertumbuhan domestik lemah dan ketidakpastian akibat konflik di Iran. Penundaan kenaikan suku bunga menambah tekanan pada sterling dalam beberapa minggu terakhir.
Di ranah geopolitik, dinamika di Timur Tengah tetap menjadi risiko utama bagi pasar minyak dan likuiditas global. Meningkatnya ketegangan dan potensi gangguan pasokan melalui Hormuz menambah nuansa berhati-hati pada perdagangan. Laporan pasar menyoroti bahwa hal ini menambah volatilitas dan membatasi kenaikan pasangan mata uang berisiko seperti GBP/USD.
Secara likuiditas, pasar uang memposisikan kemungkinan kenaikan suku bunga sekitar 32 basis poin sepanjang tahun ini, dengan peluang sekitar 30 persen untuk kenaikan kedua. Kondisi ini memberikan dukungan bagi pergerakan GBP/USD secara jangka pendek, asalkan data ekonomi Inggris tetap lemah dan fokus pada dinamika kebijakan global tetap terjaga.