
Bocoran analisis menunjukkan Bank of England diperkirakan mempertahankan kebijakan pada voting 7-2. Meski demikian, nada pernyataan bank diperkirakan tetap tegas untuk menghadapi kejutan inflasi saat ini. Ada risiko minor bahwa hasil voting bisa 6-3 jika komentar bank lebih hawkish atau lebih dovish dari ekspektasi pasar.
Menurut laporan dari Cetro Trading Insight, fokus utama adalah bagaimana inflasi memudar seiring waktu dan bagaimana hal itu membentuk pandangan para pegawai BoE terhadap kebijakan ke depan. BoE diyakini akan menunda pengetatan kebijakan meski tekanan inflasi tetap tinggi, demi menjaga stabilitas fiskal dan pertumbuhan.
Inti dari narasi BoE adalah bahwa inflasi diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 3,5% pada akhir tahun ini tanpa langkah pengetatan lebih lanjut. Pasar akan mengawasi sinyal dari bank mengenai data inflasi, tenaga kerja, dan dinamika bias kebijakan untuk menentukan arah jangka pendek.
Para analis menilai bahwa tekanan inflasi kemungkinan mereda seiring waktu, meskipun taun ini masih menimbulkan risiko bagi pound. Bank sentral berusaha menyeimbangkan antara menahan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi, terutama terhadap pasangan mata uang yang dipengaruhi kebijakan moneter global.
Fluktuasi ini berimbas pada GBP karena perbandingan kebijakan moneter internasional. Investor juga memantau pengaruh faktor eksternal seperti harga energi, pertumbuhan ekonomi, serta data tenaga kerja Inggris untuk melihat potensi volatilitas lebih lanjut di pasar forex.
Cetro Trading Insight menekankan bahwa dinamika pasar akan dipengaruhi komentar pejabat BoE dan rilis data inflasi. Trader disarankan memperhatikan data rilis inflasi dan saat-saat ketika komentar bank memicu pergerakan signifikan pada GBP.
Secara teknikal, tekanan terhadap GBPUSD kemungkinan meningkat karena dolar cenderung menguat terhadap mata uang yang tidak menambah pengetatan tahun ini. Prediksi jangka pendek menunjukkan GBPUSD bisa bergerak menuju kisaran 1,3200 dalam beberapa minggu ke depan bila tren dolar tetap kuat.
Di sisi lain, EURGBP cenderung mendapat dorongan untuk naik menuju kisaran 0,8680–0,8700 karena pergerakan euro yang lebih kuat terhadap sterling dan perbedaan dinamika kebijakan moneter antar wilayah. Pergerakan ini juga dipengaruhi sentimen risiko global dan data ekonomi regional.
Kombinasi faktor fundamental tetap menjadi pendorong utama. Investor disarankan memperhitungkan rilis data inflasi, angka tenaga kerja, dan komentar kebijakan BoE untuk mengonfirmasi arah pergerakan pasangan utama. Dengan fokus pada risiko dan imbalan, profil risiko-reward tetap penting dalam keputusan trading jangka pendek.