Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menyampaikan pada Selasa bahwa ia memperkirakan inflasi akan kembali mendekati target pada bulan April. Ia menyampaikan kesaksian di hadapan Komite Treasury Parlemen dan menegaskan bahwa arah inflasi menuju target memberi ruang bagi pelonggaran kebijakan. Dalam konteks ini, fokus otoritas moneter adalah stabilitas harga sambil menjaga momentum pertumbuhan.
Bailey menegaskan bahwa pemotongan suku bunga pada pertemuan berikutnya masih merupakan pertanyaan yang benar-benar terbuka. Ia menambahkan bahwa langkah kebijakan akan bergantung pada data yang masuk di rapat-rapat mendatang dan bagaimana inflasi serta dinamika pertumbuhan berjalan. Ketidakpastian ini menempatkan arah kebijakan pada pandangan para analis, dengan risiko beda skenario yang bisa terjadi.
Dia menilai bahwa jika inflasi benar-benar kembali ke target, ada ruang untuk pelonggaran lebih lanjut sepanjang tahun ini. Kondisi ini menyiratkan bahwa bank sentral bisa menimbang serangkaian langkah untuk menguatkan prospek ekonomi tanpa mengorbankan kendali harga. Analisis ini dirangkum oleh Cetro Trading Insight untuk pembaca kami.
Pernyataan ini menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan BoE dan bagaimana gerak harga mata uang bereaksi terhadap laporan inflasi. Investor akan memantau pernyataan Bailey bersamaan dengan data inflasi berikutnya untuk menilai jalur suku bunga. Pasangan GBPUSD menjadi fokus utama bagi para pelaku pasar valuta asing yang ingin mengukur dampak kebijakan moneter Inggris terhadap dolar.
Kalau inflasi kembali ke target dan pemotongan terlihat lebih dekat, peluang penyesuaian kebijakan yang lebih besar bisa terjadi, sehingga pelaku pasar akan menilai data inflasi, pertumbuhan, dan risiko global dengan cermat. Tekanan harga yang terkontrol di BoE dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga dan imbal hasil jangka pendek. Investor disarankan mengawasi radar data ekonomi mendatang sebagai konfirmasi arah saat ini.
Untuk perdagangan GBPUSD, analisis menunjukkan bahwa sinyal jangka pendek saat ini belum jelas karena pola kebijakan yang sedang dibahas tetap terbuka. Ketidakpastian ini menekan arah jangka pendek dan menempatkan risiko/imbalan pada level yang seimbang. Oleh karena itu, sinyal trading artikel ini direkomendasikan sebagai no dengan fokus pada data ke depan.