BoE MPC: Inflasi Layanan Inggris Melambat, Taylor Tekankan Risiko Produktivitas dan Pasar Tenaga Kerja

BoE MPC: Inflasi Layanan Inggris Melambat, Taylor Tekankan Risiko Produktivitas dan Pasar Tenaga Kerja

trading sekarang

Alan Taylor, anggota Monetary Policy Committee BoE, menyampaikan dalam sesi fireside chat di Deutsche Bank di London pada jam perdagangan Eropa, menilai bahwa inflasi jasa di Inggris melambat secara moderat dibandingkan dengan ekspektasinya. Ia menilai laju output gap yang lebih lebar dan pelambatan pertumbuhan pekerjaan berada di bawah proyeksinya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meski tanda-tanda pelunakan terlihat, ketidakpastian atas jalur inflasi tetap ada bagi kebijakan mendatang.

Taylor menyoroti bahwa Services CPI belum turun secepat yang diharapkan dan inflasi harga jasa tetap menjadi kekhawatiran dalam beberapa bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa normalisasi harga layanan diharapkan berjalan seiring dengan keseimbangan kenaikan upah sepanjang tahun ini. Temuan ini menandai bahwa laju penurunan inflasi layanan tidak secepat yang dibayangkan pasar, meskipun ada arah yang positif.

Ia juga menekankan bahwa prospek produktivitas yang lebih lemah bisa menjadi risiko terhadap outlook. Ia memperingatkan bahwa pertumbuhan output yang tertahan berpotensi memperlambat laju normalisasi inflasi. Pandangan ini sejalan dengan adanya konvergensi proyeksi pekerjaan menuju skenario yang lebih pesimis, menambah ketidakpastian kebijakan ke depan.

Beberapa faktor struktural menambah beban pada prospek ekonomi Inggris, termasuk lemahnya pertumbuhan produktivitas. Taylor menyebut bahwa proyeksi pekerjaan sedang bergerak menuju jalur yang lebih pesimis, menandakan peningkatan risiko bagi pemulihan ekonomi. Kondisi ini menambah tantangan bagi BoE dalam menilai kapan inflasi akan kembali ke target.

Di sisi inflasi, harapan normalisasi harga layanan tetap bergantung pada keseimbangan antara peningkatan upah dan dinamika biaya. Ia menggarisbawahi bahwa normalisasi inflasi layanan sejalan dengan pertumbuhan upah yang juga diharapkan melambat secara bertahap. Meski inflasi jasa melambat, wawasan mengenai upah tetap menjadi sinyal utama untuk arah kebijakan moneter kedepan.

Risiko terhadap outlook juga terkait dengan dinamika produktivitas yang lebih lemah. Penurunan produktivitas berpotensi menahan efisiensi sektor jasa dan manufaktur, sehingga harga produksi tidak mudah turun. Pasar kerja juga dapat tersendat jika pekerjaan belum menunjukkan perbaikan yang cukup meskipun permintaan meluas.

Implikasi bagi Kebijakan dan Peluang Pasar

Dalam kerangka kebijakan, BoE kemungkinan menimbang kelanjutan pengetatan segera atau langkah moderat tergantung pada progres normalisasi inflasi dan arah pekerjaan. Ketua MPC dan anggota lainnya akan menilai bagaimana data inflasi inti bergerak terhadap target 2%. Dalam konteks ini, prospek inflasi yang berjalan menuju normal membutuhkan konfirmasi lewat data rilis berikutnya.

Di pasar valuta asing, pernyataan ini bisa menambah volatilitas pada pasangan GBPUSD tergantung bagaimana bank sentral lain menanggapi data inflasi dan produktivitas. Kebijakan BoE yang lebih hawkish versus konsensus dapat menguatkan sterling, sedangkan nada netral atau dovish berpotensi melemahkan nilai tukar. Investor juga akan menunggu klarifikasi dari sinyal kebijakan berikutnya.

Rekomendasi untuk investor adalah memonitor data inflasi inti, angka pekerjaan, dan indikator produktivitas untuk menilai arah kebijakan. Mengingat ketidakpastian seputar normalisasi inflasi dan laju pertumbuhan upah, fokus pada profil risiko aset makro lebih penting daripada spekulasi jangka pendek. Secara umum, belanja risiko perlu disesuaikan dengan progres data ekonomi utama yang dirilis mendatang.

broker terbaik indonesia