Analisis ini menyoroti pandangan Bob Savage, kepala strategi makro pasar di BNY, bahwa BoI dan MNB berpotensi memulai siklus pelonggaran sejalan inflasi yang melunak serta nilai tukar yang tetap tinggi. Pasar fokus pada apakah pelonggaran akan bersifat antisipatif atau lebih panjang dengan ruang pemangkasan dari tingkat kebijakan yang relatif tinggi. Kondisi di wilayah EMEA menunjukkan bahwa dampak pelonggaran bisa terasa melalui mekanisme penetapan harga dan respons fiskal yang masih kuat. Secara umum, para pelaku pasar menilai bahwa ruang kebijakan memungkinkan penyesuaian tanpa mengorbankan stabilitas finansial secara mendasar.
Di Israel BoI diperkirakan memangkas suku bunga lagi menjadi 3.75 persen, menambah pelonggaran yang telah dilakukan pada Januari. Inflasi telah menunjukkan kemajuan yang tidak konsisten dari bulan ke bulan, dan diperkirakan akan tetap berada di bawah 2 persen secara berkelanjutan. Aktivitas domestik tetap kuat meski USDILS berusaha bangkit dari level terendah multi-tahun, sehingga BoI cenderung mengambil pendekatan berhati-hati terhadap arus keluar modal. Perbedaan suku bunga yang kecil dengan Federal Reserve juga membatasi tekanan arus modal, sehingga pelonggaran perlu dilakukan secara bertahap.
Hungaria, MNB diperkirakan memotong 25 basis poin menjadi 6.25 persen setelah inflasi Januari yang mengejutkan, menandai level inflasi terendah dalam hampir delapan tahun. Secara umum, nilai tukar HUF telah menjadi sumber pengetatan kebijakan tersendiri, meskipun kinerjanya sudah terlepas dari selisih suku bunga vs euro. Bank sentral masih memiliki ruang untuk pemangkasan lebih besar karena ruang kebijakan yang luas dan dinamika inflasi yang lemah. Pasar menilai bahwa siklus pelonggaran bisa berlanjut jika tekanan inflasi tetap terkendali.
Pelonggaran kebijakan diperkirakan akan menambah tekanan pada dinamika harga dan arus modal. Passthrough dari kebijakan terhadap harga konsumen diperkirakan tetap signifikan di kedua negara, sehingga pelonggaran berpotensi mendorong perubahan pada indeks harga dan biaya pinjaman. Adanya dorongan fiskal yang kuat di kedua negara diharapkan memperluas efek pelonggaran, meskipun risiko eksternal membatasi kecepatan transmisi. Pasar akan menilai bagaimana kebijakan ini menyeimbangkan stabilitas harga dengan dinamika fiskal dan likuiditas pasar keuangan.
Nilai tukar USDILS dan USDHUF telah menjadi fokus karena ekspektasi pelonggaran mempengaruhi daya saing mata uang. Ketika siklus ini meluas, potensi pelemahan terhadap mata uang utama meningkat meski faktor inflasi dan arus modal domestik juga mempengaruhi arah gerakannya. Pasar global memantau perbedaan antar kebijakan lokal dan langkah Federal Reserve untuk membentuk ekspektasi imbal hasil dan aliran modal jangka pendek. Ruang untuk pemangkasan lebih lanjut tetap menjadi fokus utama yang dipantau investor.
Ruang pelonggaran yang ada memberi sinyal bahwa siklus ini bisa lebih panjang daripada yang terlihat sebelumnya. Namun tempo dan ukuran pemotongan akan sangat bergantung pada data inflasi berjalan dan pertumbuhan domestik. Investor perlu bersiap terhadap volatilitas yang lebih tinggi pada nilai tukar dan pasar obligasi negara karena dinamika kebijakan berubah. Dalam kerangka ini, pasar akan menilai bagaimana BoI dan MNB menyelaraskan target stabilitas harga dengan dukungan fiskal serta prospek pertumbuhan.
Untuk investor, kebijakan pelonggaran menandakan potensi perubahan imbal hasil dan volatilitas nilai tukar. Hal ini menekankan pentingnya memantau laporan inflasi, output industri, dan langkah-langkah fiskal yang mempengaruhi likuiditas pasar. Diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi utama untuk mengurangi risiko selama fase kebijakan moneter yang berubah-ubah.
Strategi praktis mencakup penggunaan hedging mata uang untuk mengurangi risiko kurs serta alokasi sebagian portofolio ke obligasi dengan durasi moderat. Pengawasan data makro secara rutin akan membantu mengidentifikasi momen yang lebih kondusif untuk mengambil posisi. Investor disarankan menahan posisi besar hingga ada konfirmasi pelaku kebijakan berikutnya karena sinyal pasar bisa berubah secara cepat.
Kesimpulan dan pandangan ke depan menunjukkan potensi hal-hal berikut: pelonggaran mungkin berlanjut jika inflasi tetap terkendali dan sektor fiskal tetap kuat. Pasar akan terus menilai bagaimana BoI dan MNB mengelola keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Pada akhirnya, artikel ini fokus pada analisis fundamental dan kebijakan, sehingga tidak menyediakan sinyal trading eksplisit pada instrumen tertentu. Laporan ini disusun oleh Cetro Trading Insight.